Rabu, 26 Juli 2017

Okupansi Hotel Merosot

Kamis, 18 Mei 2017 23:19:06 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Okupansi Hotel Merosot

Surabaya (beritajatim.com) - Masih lambannya pertumbuhan ekonomi membuat bisnis perhotelan pun makin sulit diprediksi. Hal itu diungkapkan oleh Sigit Budiarso, Ketua Ikatan Hotel General Manajer Indonesia. Jika pada 2014 okupansi hotel bisa diangka 65 hingga 75 persen maka kini tinggal 50 hingga 55 persen saja.

Faktor penyebabnya adalah ekonomi yg belum membaik sepenuhnya, sehingga konsumen masih menahan diri untuk mengeluarkan uang. Menjamurnya hotel baru juga semakin memperkeruh situasi, sedangkan pertambahan konsumennya tak sebanyak penambahan kamar hotel yang kini di Surabaya saja mencapai 2.400 kamar.

"Akibatnya persaingan harga pun tak bisa dihindari. Dan ini adalah hal terberat untuk hotel midle up karena kualitas layanan tak boleh diturunkan," aku Sigit yang juga GM Novotel Surabaya.

Dikatakan, penurunan ini paling berdampak terhadap hotel bintang 4 dan 5.sebab harga mereka tak boleh menyentuh level terbawah. "Untungnya lebih terendah belum kami terapkan," tandasnya, Kamis (18/5/2017). [rea/suf]

Tag : hotel

Komentar

?>