Rabu, 26 Juli 2017

Polisi Ikut Pantau Penimbunan Bahan Pokok

Selasa, 16 Mei 2017 10:45:10 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Polisi Ikut Pantau Penimbunan Bahan Pokok

Gresik (beritajatim.com) - Kepolisian Resor (Polres) Gresik tidak segan-segan bakal menindak tegas jika ada pengusaha yang menimbun bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Selain menindak tegas, polisi juga mengimbau kepada pengusaha bahan pokok untuk tidak mengambil keuntungan yang maksimal di saat bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Kami mendapat perintah dari Kapolri untuk turut serta mengawasi harga bahan pokok menjelang Bulan Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya cenderung mengalami kenaikan," ujar Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito di sela-sela Pengukuhan Satgas Harga Pangan di Kantor Pemkab Gresik, Selasa (16/05/2017).

Diakui AKBP Boro Windu, di saat akan memasuki Bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kecenderungan harga bahan pokok akan merangkak naik. Jika harga bahan pokok terus naik. Kondisi tersebut harus segera dikendalikan karena yang terimbas adalah masyarakat yang memiliki daya beli rendah.

"Kalau situasinya sudah demikian dikuatirkan bisa memicu gejolak pada masyarakat," tuturnya.

Ia menambahkan, terkait dengan satgas harga pangan. Polisi nantinya bersama-sama instansi terkait punya peran untuk mengendalikan harga bahan pokok. Dalam hal ini, polisi lebih mengutamakan persuasif terlebih dulu. Namun, jika di lapangan ada penimbunan sembako segera melakukan aksi.

"Nantinya kami juga melibatkan tim saber pungli di lapangan agar tidak ada harga biaya tambahan utamanya dibongkar muat yang berhubungan dengan bahan pokok," tambahnya.

Sementara, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyatakan dirinya sangat terbantu dilibatkannya aparat kepolisian dalam mengendalikan harga bahan pokok menjelang Bulan Ramadhan, dan Hari Raya Idul Fitri.

"Kami berharap di Gresik tidak ada gejolak soal harga meski di lapangan harga bahan pokok seperti cabe masih naik. Perkilonya di harga Rp 60 ribu, sama halnya dengan bawang putih. Dimana perkilonya antara Rp 51 hingga Rp 57 ribu. Hal yang sama diikuti oleh harga telur ayam yang masih naik tipis di harga Rp 19 hingga 21 ribu," ujarnya. [dny/but]

Tag : sembako

Komentar

?>