Senin, 29 Mei 2017

Dirjen Perkebunan: Jangan Salah Artikan Kebijakan Pemerintah

Sabtu, 13 Mei 2017 10:24:00 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Dirjen Perkebunan: Jangan Salah Artikan Kebijakan Pemerintah

Pasuruan (beritajatim.com) - Pemerintah saat ini telah membuat kebijakan yang pro petani. Namun Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang meminta agar kebijakan itu tidak disalahartikan.

"Di lingkup Kementerian Pertanian, tanpa diminta, suara hati sudah lebih kencang menyetujui lebih dulu apa yang diminta petani. Tapi pemerintah sebagai pengendali mencari titik temu, titik kebaikan bagi semua orang," kata Bambang, saat membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, di Aula Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, Kota Pasuruan, yang berlangsung dua hari, Jumat dan Sabtu (12-13/5/2017).

Salah satu contoh titik temu itu adalah harga gula. "Saya setuju gula dihargai Rp 50 ribu per kilogram. Tapi bagaimana dengan petani yang butuh gula, sementara kita hidup di antara bangsa lain. Berapa mereka menjual gula di sana? Di Singapura harga gula cuma Rp 8 ribu, dan produsen gula lainnya menjual dengan lebih murah," kata Bambang.

Bambang meminta agar kelembagaan petani diperkuat dan produktivitas tebu ditingkatkan. "Kalau rendemen hanya 4-5 persen, buat sampai 12 persen. Ini tantangan. Kita memperbaiki di hulu, sehingga tidak ada kesempatan kita menyalahkan orang dan tidak ada kesempatan orang menyalahkan kita," katanya.

Bambang meyakinkan bahwa pemerintah memberikan perhatian kepada petani tebu. "Jangan ada yang merasa Pak Presiden dan Menteri Pertanian tidak memberi perhatian kepada petani tebu. Di antara 127 komoditas perkebunan yang dibina Dirjen Perkebunan, yang menjadi prioritas pertama adalah tebu dengan berbagai kebijakan untuk mendukung sukses swasembada produksi gula pada 2019 dan sukses swasembada industri pada 2025," katanya.

Bambang meminta agar APTRI memperkuat kelembagaan petani tebu sekitar pabrik gula. "Sinergikan antara pabrik gula dan petani. Bangun kerjasama berkeadilan. Industri gula harus terpadu antara petani dan pabrik," katanya.

Bambang meminta agar petani tebu tidak mudah protes. "Jangan terkesan kita suka protes. Mari kita tingkatkan kinerja kita, insya Allah tanpa kita protes, mereka (pemangku kepentingan dan kebijakan, red) akan sadar dengan sendirinya. Suatu saat orang yang senang kepada petani dari hari ke hari jumlahnya semakin besar," katanya. [wir/kun]

Tag : aptri gula

Komentar

?>