Jum'at, 24 Nopember 2017

Pemerintah Puji APTRI Jadi Anak Soleh

Sabtu, 13 Mei 2017 10:01:21 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Pemerintah Puji APTRI Jadi Anak Soleh

Pasuruan (beritajatim.com) - Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang menyatakan, banyak pihak yang mengincar kekuatan industri perkebunan di Indonesia. Komunitas perkebunan harus membangun persatuan untuk menghadapinya.

"Perkebunan memiliki peran luar biasa bagi Indonesia. Perkebunan menyumbangkan lebih Rp 411 triliun terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) nasional setiap tahun. Kedua, perkebunan melibatkan setengah dari jumlah penduduk Indonesia," kata Bambang, saat membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, di Aula Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, Kota Pasuruan, yang berlangsung dua hari, Jumat dan Sabtu (12-13/5/2017).

Bambang mengingatkan, jika bangsa Indonesia lengah, perkebunan dalam bahaya. "Indonesia dikenal sebagai negara yang paling produktif dan efisien menghasilkan pangan dan energi untuk kepentingan dunia. Saat ini energi fosil sudah hampir habis. Indonesia jadi sasaran bidik berikutnya," katanya.

Dalam kondisi seperti ini, kata Bambang, seharusnya komunitas perkebunan di Indonesia kompak dan kuat. "Tapi hari ini komunitas perkebunan kita belum bersatu, belum kompak. Kalau sekiranya komunitas perkebunan Indonesia yang terdiri dari pemerintah, asosiasi petani, perbankan, kementerian yang mendukung perkebunan, dan semua lembaga yang berkiprah memajukan perkebunan termasuk penelitian pengembangan dan perguruan tinggi bersatu padu dalam komitmen kuat, saya kira tak ada seorang pun bisa menghambat perkebunan Indonesia," jelasnya.

Bambang memuji APTRI sebagai teladan organisasi petani. "APTRI menjadi anak soleh, anak baik, menjadi teladan lembaga petani lainnya, melaksanakan rakernas untuk memberikan masukan kepada pemerintah untuk perbaikan Indonesia," katanya.

Bambang mengingatkan pentingnya persatuan, karena membangun perkebunan tak sekadar pada urusan teknis. Jika petani perkebunan bersatu, maka akan kuat. "Ini jadi tantangan kita. Jangan kita arogan. Saya ingin lembaga petani menjadi teladan, bekerjasama dengan berbaga pihak untuk membangun kekuatan kita," katanya.

Pemerintah hanya mampu memberikan stimulus. Jadi APTRI diharapkan bisa menjadi pionir untuk merekatkan persatuan petani untuk menciptakan swasembada gula nasional. "Insya Allah ini akan jadi kekuatan besar," kata Bambang. [wir/kun]

Tag : aptri gula

Komentar

?>