Minggu, 28 Mei 2017

Petani Tebu Ingin Bangkitkan P3GI

Sabtu, 13 Mei 2017 09:50:09 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Petani Tebu Ingin Bangkitkan P3GI

Pasuruan (beritajatim.com) - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia berkomitmen membangkitkan kembali Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) di Kota Pasuruan.

"P3GI ini punya sejarah. Pada 9 Juli 1887, industri gula nasional pernah berjaya, dikenal hingga mancanegara. Kita pernah menjadi produsen gula nomor dua terbesar dunia setelah Kuba," kata Ketua Umum APTRI Abdul Wahid, dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, di Aula Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, Kota Pasuruan, Jumat dan Sabtu (12-13/5/2017).

"P3GI saat ini statusnya tidak jelas, apakah milik BUMN atau milik Kementerian Pertanian. Ini membuat P3GI tidak mendapat alokasi anggaran yang jelas, dan karyawan P3GI dalam kondisi hidup segan mati tak mau," katanya.

Kondisi ini berimbas pada kinerja penelitian lembaga tersebut. "Penelitian tebu tidak maksimal untuk mendapatkan varietas lebih bagus," kata Wahid. Padahal, Wahid ingin agar P3GI difungsikan kembali untuk pembibitan tebu berkualitas sebagai bagian dari swasembada gula nasional.

Wahid mengingatkan, tanpa adanya varietas dan riset yang bagus, swasembada tak akan tercapai. "P3GI harus didorong dan kita beri amunisi, sehingga P3GI bisa kembali berjaya seperti 1887," katanya.

Wahid menyerukan kepada seluruh direksi perusahaan dalam industri gula agar memikirkan nasib P3GI. "Apakah dari anggaran RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan), 2,5 persen diberikan kepada P3GI, ataukah ada bantuan anggaran untuk penelitian P3GI," katanya.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang sudah bertemu dengan jajaran direksi sejumlah perusahaan yang menangani gula di PT Perkebunan Nusantara XI. "Kami membahas persiapan kebutuhan benih. Kalau belum sempat tahun 2017, maka akan dilakukan pada 2018, termasuk soal bagaimana P3GI bisa berperan. Mudah-mudahan ada alokasi dana yang cukup untuk memfasilitasi kebutuhan benih pada 2018," katanya. Dia berharap infrastruktur layanan kebutuhan benih berkualitas tercukupi dengan kerjasama antara P3GI dengan balai besar benih dan pabrik gula.

"P3GI sebaiknya menjadi Badan Layanan Umum di bawah Direktorat Jenderal Perkebunan. Supaya bisa melaksanakan fungsi kajian sekaligus melaksanakan fungsi bisnis dalam rangka memberikan layanan yang lebih pro petani," tambah Bambang. [wir/kun]

Tag : aptri gula

Komentar

?>