Sabtu, 27 Mei 2017

SI Raih Penghargaan soal Penyelamatan Sumber Daya Air

Jum'at, 05 Mei 2017 00:02:36 WIB
Reporter : Ainur Rohim
SI Raih Penghargaan soal Penyelamatan Sumber Daya Air
Johan Samudra (kiri) ketika menerima penghargaan untuk Semen Indonesia soal lingkungan. [Foto: air/bj.com]

Jakarta (beritajatim.com)--Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam mengoperasikan pabrik semen yang peduli terhadap lingkungan mendapat apresiasi dari La tofi School of CSR.

Pada hari Rabu (3/5/2017) dalam ajang Indonesia Green Awards 2017, perusahaan menerima 6 penghargaan, sekaligus mendapatkan penghargaan The Best IGA 2017. Penghargaan diserahkan Imam Hendargo, Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Direktur Produksi dan Strategi Bisnis Semen Indonesia, Johan Samudra di Hotel Kempinski, Jakarta.

Johan Samudra mengatakan bahwa Semen Indonesia (SI) mendapatkan The Best IGA 2017 karena memenangkan 5 (lima) kategori sekaligus: Penyelamatan sumber daya air, menghemat energi dan penggunaan energi baru dan terbarukan, mengembangkan keanekaragaman hayati, mempelopori pencegahan polusi serta mengembangkan pengelolaan sampah terpadu.

Kinerja Perusahaan yang membuahkan penghargaan itu antara lain penyelamatan sumber daya air melalui pengelolaan air blowdown clarifier menjadi air proses siap pakai di Semen Gresik pabrik Tuban.

"Selain dipakai untuk kebutuhan water spray, hydrant, pendingin mesin dan sanitasi di pabrik Tuban, air ini juga dimanfaatkan warga untuk kebutuhan air bersih sehari-hari. Air bersih yang didistribusikan ke warga sekitar berasal dari elevated/tandon penampungan air," ujar Johan Samudra.

Johan menambahkan bahwa pengembangan keanekaragaman hayati juga menjadi aspek penting perusahaan. SI telah menangkarkan rusa Jawa, hewan yang dilindungi menurut undang-undang. Konservasi ini dilakukan di kawasan pabrik Tuban bekerjasama dengan BKSDA Bojonegoro, Yayasan Mangrove Center Tuban dan Komunitas Sahabat Alam.

Nantinya rusa tersebut, katanya, akan dikembalikan lagi ke alam liar sebagai salah satu penunjang rantai makanan dalam ekosistem. Perusahaan juga mampu menghemat energi dan penggunaan energi baru terbarukan melalui pemanfaatan biomass sebagai bahanbakar alternatif.

"Program pemanfaatan biomass sebagai bahan bakar alternatif yang dilakukan di pabrik Semen Tonasa merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil," imbuh Johan.

Selain itu, Semen Tonasa juga mempelopori pencegahan polusi melalui optimalisasi penangkap debu di raw mill dengan memodifikasi peralatan, peningkatan kontrol pengendali operasi serta pemeliharaan berkala terhadap peralatan.

"Di Semen Padang, perusahaan juga mengembangkan pembuatan hutan nagari berbasis masyarakat, di mana untuk memberdayakan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan dilakukan pembuatan hutan model. Program ini dilakukan di tiga kelurahan yakni Batu Gadang, Limau Manis Selatan, dan Lambung Bukit dengan luasan mencapai 16,5 hektar dengan total bibit pohon yang ditanam sebanyak 3.300 pohon," jelas Johan.

Proyek Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) yaitu pemanfaatan gas buang pabrik menjadi listrik di pabrik Semen Padang menghasilkan daya listrik sebesar 8,5 MW.

Saat ini Semen padang juga mengembangkan pengolahan sampah terpadu yang dilakukan melalui pengurangan sampah di TPA Kota Padang dengan cara pengomposan sampah organik, pembuatan bank sampah, dan pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif.

"Penghargaan kali ini sekaligus menjadikan motivasi untuk terus melakukan terobosan dalam mengelola perusahaan. Kami menyadari bahwa alam sangat penting untuk menjaga keseimbangan. Karena itu, berbagai macam inovasi terus kami lakukan untuk mencapai kinerja lingkungan yang optimal," tegas Johan Samudra. [air]

Komentar

?>