Jum'at, 28 Juli 2017

Pabrik Semen Rembang Belum Operasi, SI Dirikan Akademi Komunitas

Kamis, 04 Mei 2017 21:51:49 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Pabrik Semen Rembang Belum Operasi, SI Dirikan Akademi Komunitas
Bang Yos dan pejabat lainnya di depan gedung AKSI di Rembang, Jateng. [Foto: air/bj.com]

Rembang (beritajatim.com)--Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional ke-58 pada 2 Mei 2017, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk meresmikan sekolah vokasi Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) di Rembang dan Pidie, Aceh.

Pers rilis PT Semen Indonesia (SI) yang diterima beritajatim.com, menyebutkan, acara peresmian dilakukan pada Kamis (4/5/2017) di Kampus AKSI di Jalan Pemuda Km 3 Rembang. Peresmian dilakukan Direktur Jendaral Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo dan disaksikan Komisaris Utama Semen Indonesia, Sutiyoso, Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia Agung Yunanto dan Direktur Utama Semen Gresik, Sunardi Prionomurti.

Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia, Agung Yunanto mengatakan, melalui Semen Indonesia Foundation, SI telah mendirikan vokasi D2 Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI).

"AKSI telah berdiri di Gresik tahun 2013 dan hari ini kami meresmikan AKSI di Rembang dan Pidie, Aceh," ujarnya.

Dikatakan Agung, AKSI di Rembang ini didirikan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan keahlian terapan yang siap langsung diterjunkan ke dunia kerja.

AKSI Rembang memiliki 3 prodi pendidikan: Teknik Operasi Mesin dan Peralatan Industri, Teknik Perawatan Mesin Industri, dan Otomasi Perkantoran. Setiap prodi ditargetkan memiliki 30 mahasiswa dan memulai proses belajar pada September 2017.

Agung Yunanto mengatakan bahwa AKSI memiliki keunggulan tersendiri dibanding lembaga vokasi lain, yakni laboratorium berupa pabrik semen yang dapat digunakan sebagai tempat praktek mahasiswa. AKSI juga telah bekerjasama dengan 15 perusahaan di bawah naungan PT Semen Indonesia sebagai tempat praktek kerja lapangan para mahasiswa.

"Kehadiran AKSI mendapat sambutan positif dari dunia industri. Seperti di Gresik, banyak perusahaan yang telah siap mempekerjakan mahasiswa AKSI jika kelak mereka lulus. Sebagai wujud tanggung jawab perusahaan terhadap dunia pendidikan nasional, AKSI nantinya akan didirikan di tempat pabrik kami beroperasi, seperti di Kupang, Nusa Tenggara Timur,” ujar Agung.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo mengapresiasi didirikannya sekolah vokasi AKSI oleh Semen Indonesia.

"Setiap tahun lulusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia mencapai 2 juta, namun hanya ada 250-300 ribu yang dapat diterima di perguruan tinggi negeri dan sisanya di perguruan tinggi swasta," katanya.

Kontribusi negara dalam penerimaan siswa di perguruan tinggi negeri hanya 31 persen dan sisanya perguruan tinggi swasta, sehingga pemerintah sangat terbantu dengan adanya AKSI Ini.

Menurut Patdono Suwignjo, sejak tahun 2013 pemerintah telah menerbitkan 90 izin pendirian sekolah vokasi. Namun, hingga saat ini hanya 50 sekolah yang berjalan, satu di antaranya AKSI. “Lainnya tidak bisa berjalan karena tidak memiliki kerjasama dengan dunia industri," katanya.

“Semen Indonesia merupakan perusahaan yang peduli terhadap dunia pendidikan nasional, terbukti di setiap daerah beroperasi perusahaan selalu mendirikan lembaga pendidikan baik itu PAUD, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dengan mutu jauh lebih baik dibanding lembaga pendidikan swasta lain. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengapresiasi hal tersebut,” tegas Patdono Suwignjo. [air]

Komentar

?>