Minggu, 24 September 2017

Bersaing di Pasar E-Commerce, PT BMS Beri Layanan FinTech

Jum'at, 21 April 2017 15:22:44 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Bersaing di Pasar E-Commerce, PT BMS Beri Layanan FinTech

Surabaya (beritajatim.com) - Perusahaan lokal PT Bimasakti Multi Sinergi (BMS) mencoba bersaing dalam memberikan pelayanan industri Financial Technology (FinTech). Khususnya dalam bisnis micro-payment, e-commerce dan travel hingga ratusan ribu jenis produk kepada konsumen di Indonesia.

Langkah ini dilakukan karena keuntungan perdagangan elektronik di Indonesia bagi para pemain e-commerce lokal dan internasional sangatlah signifikan. Bahkan, pada tahun 2016 bisnis daring itu telah mencapai lebih dari USD 4 miliar.

Direktur Sales & Marketing PT Bimasakti Multi Sinergi (BMS) Suroto mengungkapkan untuk melayani pembelian jasa pihaknya menawarkan melalui ribuan jenis outlet-outlet, toko modern dan juga sentra Bisnis Fastpay (SBF) dalam sistem Online maupun Offline (O2O) yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Selama ini memang didominasi brand, perusahaan dan dana capital dari luar negeri, tapi kita yakin mampu bersaing. Outlet-outlet toko modern fastpay menjangkau konsep offline yang belum tersentuh teknologi serta sebagai jembatan pembelian online tanpa menggunakan perbankan," ungkap Suroto, Jumat (21/4/2017).

Ia menjelaskan, dengan konsep yang di usung, masyarakat semakin dimudahkan memilih barang yang diinginkan.

"Cukup konsumen datang ke outlet Toko Modern Fastpay memilih barang dan melakukan pembayaran via cash maka barang otomatis di antar kerumah masing-masing," katanya.

Ia memastikan transaksi keuangan yang dilakukan masyarakat akan aman, karena perusahaan yuang dipimpinnya telah memperoleh sertifikat ISO270001: 2013 dan lisensi PCI DSS.

"Masih sekitar 7 juta penduduk di Indonesia yang baru menggunakan layanan perdagangan elektronik yang sering disebut dengan membeli online, dari 243 lebih juta penduduk Indonesia, jadi marketnya sangat luas," terangnya.

Selanjutnya, GM Sentra Bisnis Fastpay, Alfian Anjar menambahkan tidak sedikit keuntungan yang bisa didapatkan oleh para outlet melalui e-commerce di SBF ini.

"Pasar dari para outlet adalah pelanggan offline di sekitar outlet mereka sehingga potensi keuntungan dari segi komisi transaksi yang didapat juga sangat besar. Salah satu keuntungan utama dari e-commerce adalah kemampuannya untuk menjangkau pasar global, tanpa harus menyiapkan investasi keuangan yang besar untuk bisnis penjualan barang, tanpa perlu menimbun stok barang, semua tinggal menjual saja," papar Alfian Anjar.

Selain itu, tambahnya. Potensi bisnis SBF mencapai milyaran rupiah dapat dilakukan oleh para outlet-outlet. Sedangkan, bagi konsumen offline yang tersedia pada channel penjualan yang ada di Outlet Toko Modern Fastpay yang belum ditemui di pasar akan mempermudah dalam membeli barang.

"Ada lagi potensi keuntungan yang dapat dicapai oleh para pelaku bisnis yaitu menjadi supplier barang atau produk untuk bergabung dalam komunitas Sentra Bisnis Fastpay, tanpa biaya alias gratis untuk menjadi supplier kami hanya dengan cara mengunjugi www.fastpay.co.id," paparnya. [ito/but]

Tag : bisnis

Komentar

?>