Minggu, 24 September 2017

Terus Digempur, SI Tetap Kuasai Pasar Semen Nasional

Minggu, 02 April 2017 21:49:52 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Terus Digempur, SI Tetap Kuasai Pasar Semen Nasional

Surabaya (beritajatim.com)--Persaingan bisnis semen di Indonesia dalam 5 tahun terakhir berlangsung sangat keras. Di sisi lain, dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan demand semen selalu di bawah 2 digit.

Namun demikian, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tetap menguasai market share bisnis semen di Tanah Air dengan 41,7%. Pers rilis Semen Indonesia (SI) yang diterima beritajatim.com beberapa hari lalu, menyebutkan, pada 2016, tingkat konsumsi semen domestik di Indonesia tercatat 62,00 juta ton atau relatif sama dengan tahun 2015 sebesar 61,99 juta ton. Volume penjualan domestik perseroan di tahun 2016 tercatat sebesar 25,8 juta ton.

Dengan hasil penjualan tersebut menunjukkan dominasi perseroan di pasar domestik, di mana dengan porsi kapasitas domestik yang turun 4,5% dari 37,5% menjadi 33,0%, perseroan mampu menguasai pasar domestik hingga 41,7%.

“Angka ini mengkonfirmasi kemampuan perseroan bersaing melalui kekuatan brand dan jaringan distribusi handal serta memiliki utilisasi operasi 89%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata–rata industri sebesar 65%," kata Rizkan Chandra, Dirut PT SI.

Selain itu, tambahnya, implementasi ekspansi regional perseroan memberikan kenaikan penjualan regional sebesar 25% dari 2,6 juta ton pada tahun 2015 menjadi 3,3 juta ton pada tahun 2016. Dengan demikian, porsi penjualan regional pPerseroan meningkat dari 9% menjadi 11%.

Data yang ada menyebutkan, domestic capacity pabrik semen di Indonesia hingga Maret 2017 mencapai 106,3 juta ton. Dari jumlah tersebut, SI Grup menyumbangkan 35,5 juta ton, Indocement TP dengan 24,9 juta ton, Lafarge Holcim Indonesia dengan 14,5 juta ton, Semen Merah Putih dengan 7,5 juta ton, Semen Bosowa dengan 7,0 juta ton, Semen Anhui Conch dengan 4,5 juta ton, Semen Baturaja dengan 3,8 juta ton, Semen Pan Asia dengan 1,9 juta ton, Siam Cement Grup dengan 1,8 juta ton, dan lainnya.

Rizkan mengatakan, di tengah ketatnya persaingan domestik, perseroan mampu mencatatkan kenaikan pendapatan bisnis beton sebesar 109%, dari Rp 523 miliar menjadi Rp 1.092 miliar. Selain itu, melalui konsolidasi bisnis distribusi dan logistik, perseroan telah mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 800 miliar pada tahun 2016.[air]

Komentar

?>