Jum'at, 28 April 2017

Tax Amnesty, Kanwil DJP Jatim ll Setor Rp 1,6 Triliun ke Kas Negara

Selasa, 21 Maret 2017 14:32:41 WIB
Reporter : M. Ismail
Tax Amnesty, Kanwil DJP Jatim ll Setor Rp 1,6 Triliun ke Kas Negara

Sidoarjo (beritajatim.com) - Kanwil DJP Jawa Timur II di Jalan Juanda mengumumkan perolehan dalam program pengampunan pajak sebesar Rp 1,6 triliun. Angka per 20 Maret 2017 ini bisa bertambah karena batas akhir program tax amnesty 31 Maret 2017 mendatang atau 10 hari lagi.

"Saat ini uang yang sudah masuk ke negara senilai Rp 1,6 triliun. Dalam 10 hari ke depan, kita tetap optimal dalam pelayanan dan nilai Rp 1,6 triliun itu bisa bertambah," kata  Kepala Kanwil DJP Jatim II Neilmadrin Noor, Selasa (21/3/2017).

Pihaknya mengharapkan komitmen yang besar bagi wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya dalam hal perpajakan dengan baik dan benar. "Masih ada kesempatan 10 hari bagi para wajib pajak untuk memanfaatkan program ini," anjurnya menambahkan.

Menurutnya, ada beberapa hal yang dapat meringankan wajib pajak dalam mengatasi tunggakan pajak selama ini. Salah satunya menghapuskan sanksi administrasi berupa bunga atau denda yang belum dilunasi pada SPT, Surat Keputusan atau putusan untuk masa pajak tahunan.

"Kami sangat menghimbau agar wajib pajak mau melaporkan SPT pajak penghasilan tahun 2016 dan mengisi SPT dengan benar. Sedangkan batas waktu penyampaian SPT tahunan PPH untuk pribadi berakhir pada 31 Maret mendatang," imbuhnya.

Selebihnya, pihaknya akan melaksanakan kewajibannya atas penunggak pajak yang tidak patuh. Sesuai pasal 18 UU Pengampunan Pajak setelah berakhirnya periode ketiga program tax amnesty.

"Setelah program ini selesai, kami akan melakukan tugas sebagaimana yang sudah diatur dalam undang-undang. Termasuk akan menyikapi para wajib pajak yang tidak patuh," tegasnya.

Lebih jauh Neilmadrin menjelaskan, pihaknya juga sudah menemukan data mengenai harta wajib pajak yang diperoleh sejak 1 Januari 1985 hingga 31 Desember 2015 dan belum dilaporkan dalam SPT tahunan PPh atas harta yang dimaksud. "Makanya, nanti tinggal melaksanakan kewajiban kita dalam hal penindakan usai program tax amnesty," pungkasnya. [isa/but]

Komentar

?>