Senin, 23 Oktober 2017

Hadapi Pasar Bebas, Pemerintah Harus Hadir di Tengah Petani Tebu

Selasa, 21 Maret 2017 13:56:35 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Hadapi Pasar Bebas, Pemerintah Harus Hadir di Tengah Petani Tebu
Foto Ilustrasi

Jember (beritajatim.com) - Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Arum Sabil meminta agar pemerintah mengedukasi masyarakat soal harga gula. Pemerintah juga harus hadir untuk mendorong petani tebu bisa bersaing di tengah pasar bebas.

"Kalau memang pemerintah berpikir untuk rakyat, beri edukasi, bagaimana petani dan industri gula dalam negeri dihidupkan, dijaga bersama-sama. Jangan merasa mahal membeli produk pertanian dalam negeri sampai kita benar-benar menjadi penghasil pangan yang punya daya saing," kata Arum.

Arum mengatakan, saat menghadapi pasar bebas, pemerintah harus hadir di tengah petani tebu. "Beri stimulus, kemudahan-kemudahan, agar petani bisa meningkatkan produktivitas. Kunci menghadapi pasar bebas adalah daya saing. Daya saing bisa dihasilkan dari peningkatan produktivitas. Kalau produktivitas bisa ditingkatkan, biaya produksi lebih rendah. Kalau bisa menekan biaya produksi, kita punya daya saing," katanya.

Ada beberapa komponen peningkatan daya saing yang tak bisa dijangkau petani dan butuh bantuan pemerintah untuk melaksanakannya. Arum mencontohkan komponen kredit dengan bunga murah, akses pupuk dengan harga terjangkau, varietas unggul, dan infrastruktur. "Itu adalah faktor dominan untuk meningkatkan produktivitas," katanya.

"Saya tidak mengatakan pemerintah lemah. Tapi sepertinya persoalan petani hanya dijadikan komoditas politik. Berapa anggaran yang disiapkan untuk petani? Ke mana itu? Tepat gunakah, tepat sasarankah? Anggaran-anggaran itu seharusnya benar-benar diawasi dan tepat guna. Fokuskan pada infrastruktur irigasi," kata Arum. [wir/but]

Tag : perkebunan

Komentar

?>