Sabtu, 29 April 2017

Luhut: Banyak Monopoli Bongkar Muat Pelabuhan

Senin, 20 Maret 2017 16:06:37 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Luhut: Banyak Monopoli Bongkar Muat Pelabuhan

Gresik (beritajatim.com) - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bongkar muat pelabuhan selama ini masih banyak dimonopoli. Pernyataan itu disampaikan Luhut saat berkunjung ke PT Indal Steel Pile (Maspion Group) di Gresik, Senin (20/03/2017).

Menurut purnawirawan Letjen TNI AD itu, saat ini kementriannya sedang gencar membersihkan carut-marut permasalahan bongkar muat di pelabuhan. Sebab, selama ini kegiatan tersebut masih banyak dimonopoli. Padahal, pemerintah menginginkan semua yang menyangkut di pelabuhan harus lebih efisien, dan semua produktivitas berjalan.

"Saya mendapat laporan dari Gubernur Jatim, Soekarwo hampir Rp 25 triliun pergerakan ekonomi di Jatim masih menggantungkan impor bahan baku dari luar. Padahal, angka tersebut bisa diminimalisir kalau kita apa-apa yang dipakai produk dalam negeri. Kenapa harus mengimpor dari negara lain," ujar Luhut Binsar Panjaitan.

Masih menurut Luhut Binsar Panjaitan, angka triliun rupiah untuk mengimpor bahan baku seharusnya bisa ditekan. Pasalnya, bahan baku tersebut sebagian besar bisa diproduksi di dalam negeri. Selain itu, pemakaian produk dalam negeri bisa menciptakan lapangan kerja, dan penerimaan pajak daerah.

"Kalau bisa dibuat disini kenapa banyak menggantungkan bahan baku impor," paparnya.

Saat ditanya mengenai progres kerugian terumbu karang di perairan Raja Ampat. Dijelaskan Luhut Binsar Panjaitan, saat ini pihaknya sekarang ini sedang mengakses dan menilai tingkat kerugiannya sampai sejauh mana.

"Kementrian kami sudah melakukan penilaian sejauh mana tingkat kerusakan terumbu karang di perairan Raja Ampat akibat kandasnya kapal pesiar asal Inggris. Soal kerugiannya, kami belum tahu," ungkapnya.

Ia menambahkan, terkait dengan kejadian itu pihaknya juga melakukan instropeksi kenapa kapal pesiar asal Inggris bisa masuk ke perairan Raja Ampat. Padahal, di perairan itu banyak terumbu karang yang termasuk langka di dunia.

"Perairan Raja Ampat banyak menyimpan terumbu karang yang dilindungi. Saat ini tingkat kerusakannya dari laporan yang masuk ada 2 hektar, atau 22 ribu meter persegi yang rusak," tandasnya. [dny/but]

Tag : pelabuhan

Komentar

?>