Minggu, 25 Juni 2017

Sempat Berhenti Sebulan, PT Smelting Beroperasi Lagi

Jum'at, 17 Maret 2017 19:29:41 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Sempat Berhenti Sebulan, PT Smelting Beroperasi Lagi

Gresik (beritajatim.com) - Perusahaan pemurnian tembaga (smelter), PT Smelting mulai beroperasi kembali per 1 Maret 2017 setelah sempat tidak beroperasi selama satu bulan. Perusahaan PMA asal Jepang itu, terganggu akibat adanya pemogokan yang dilakukan oleh karyawan. Guna mendukung operasional kembali perusahaan penghasil katoda tembaga tersebut, Manajemen PT Smelting menggelar syukuran dengan dihadiri Presdir Hiroshi Kondo, dan Wagub Jawa Timur Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), Jumat (16/03/2017).

Presdir PT Smelting Hiroshi Kondo mengatakan, saat tidak beroperasi selama sebulan pihaknya meminta maaf. Peristiwa itu tidak diharapkan. Sebab, terhentinya produksi sangat mempengaruhi kinerja ekonomi, dan neraca perdagangan Jawa Timur.

"Selama ini, PT Smelting telah berkontribusi terhadap neraca perdagangan Jatim karena 60 persen dari total produksi katoda tembaga PT Smelting diekspor ke luar negeri. Sementar, 40 persen produk diserap ke industri dalam negeri. Selain itu, operasional PT Smelting juga telah memasok 100 persen kebutuhan asam sulfat (acid) untuk perusahaan pupuk yang ada di Gresik. Produk samping PT Smelting yaitu copper slag atau terak tembaga di Gunakan oleh semua pabrik semen di seluruh Jatim," katanya.

Ia menjelaskan, PT Smelting juga menyerap 40 persen bahan baku konsentrat produksi PT Freeport Indonesia di Papua. Sehingga, perusahaannya telah mengolah bahan baku alam yang diambil dari bumi Indonesia.

"Keberadaan pabrik kami telah telah memberi nilai lebih bagi sumberdaya alam yang begitu kaya di negeri ini," papar Hiroshi Kondo.

Sejak beroperasi kembali 1 Maret 2017 lalu, PT Smelting berharap memberikan kontribusi terhadap perekonomian Jatim maupun Indonesia. "Sebagai perusahaan yang telah beroperasi di sini selama 20 tahun, tentu kami berkomitmen dan berpegang teguh kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini," ujar Hiroshi Kondo.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Saifullah Yusuf menuturkan, perusahaan ini memiliki peran yang cukup signifikan dalam membangun perekonomian Jatim.

"Bagi Jawa Timur, keberadaan PT Smelting Gresik sangat berarti karena satu-satunya smelter di Indonesia yang sudah beroperasi sejak 20 tahun lalu. Ini berarti mendahului semangat UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba yang mengharuskan adanya pengolahan hasil tambang di dalam negeri agar memberikan nilai tambah bagi bangsa Indonesia," ungkapnya.

Pemprov Jawa Timur lanjut Gus Ipul, juga menginginkan agar kapasitas produksi smelter di Jatim  bisa meningkat hingga 3 kali lipat. Jika selama ini baru bisa menyerap 1 juta ton konsentrat per tahun. Maka ke depan harus bertambah menjadi 3 juta ton per tahunnya. Dengan demikian, produksi turunan berupa asam sulfat untuk pabrik pupuk juga meningkat hingga 3 kali lipat.

"Dukungan penuh Pemprov Jatim terhadap beroperasinya Smelting Gresik ini karena kami berkepentingan untuk industri yang mendukung program ketahanan pangan. Tidak hanya untuk Jatim, tapi juga untuk Indonesia," tukasnya.

Di tempat yang sama, Plan Manager PT Smelting Gresik Antonius Prayoga menyatakan, setelah sempat berhenti beroperasi selama sebulan. Saat ini perusahaannya baru full operation 85 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan untuk menuju ke 100 persen full operation masih membutuhkan waktu.

"Kami masih butuh waktu agar bisa beroperasi full operation 100 persen," ungkapnya.

Saat ditanya soal kerugian selama PT Smelting berhenti beroperasi sebulan. Dijelaskan Antonius Prayoga, untuk hal itu pihaknya tidak bisa merinci berapa kerugian yang dialaminya. Namun, yang jelas dimana-dimana jika ada pabrik berhenti beroperasi pasti ada kerugiannya.

"Soal berapa nominalnya selama berhenti beroperasi kami tidak bisa menyebutkan angkanya. Yang pasti kerugiannya cukup besar," tandasnya. [dny/but]

Tag : smelting

Berita Terkait

    Komentar

    ?>