Kamis, 29 Juni 2017

Pemprov Jatim Klarifikasi, Bandara Baru Bisa di Blitar, Trenggalek dan Ponorogo

Kamis, 16 Maret 2017 13:46:46 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Pemprov Jatim Klarifikasi, Bandara Baru Bisa di Blitar, Trenggalek dan Ponorogo
Foto Bandara di Jember

Surabaya (beritajatim.com) - Pemerintah dan pemprov Jatim masih melakukan kajian terhadap lokasi bandara yang diperuntukkan bagi daerah Jatim selatan sebelah barat. Bandara tersebut nantinya bisa di Blitar, Trenggalek, Ponorogo dan daerah lainnya.

Pernyataan ini meralat informasi sebelumnya yang dirilis Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim dengan mengutip pernyataan Gubernur Jatim Soekarwo dalam Rapat Terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (14/3/2017) lalu.

Ketika itu, Pakde dikutip bahwa memproyeksikan bandara baru dibangun di Trenggalek, bukan lagi di Campurdarat-Tulungagung atau Pacitan.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Benny Sampirwanto menyampaikan klarifikasinya setelah sejumlah media massa, termasuk beritajatim.com mengutipnya.

"Lokasinya dimana, nantinya tergantung dari hasil studi kelayakan," ujarnya mengklarifikasi pernyataan gubernur sebelumnya.

Menurut dia, kepastian pembangunan bandara di Kediri oleh PT Gudang Garam untuk kepentingan perusahaan tersebut dan masyarakat, mengeliminasi kemungkinan pembangunan bandara di Tulungagung.
"Alasannya, secara teknis tidak memungkinkan, karena ruang udara terlalu dekat," jelasnya.

Kepastian pembangunan bandara di Kediri oleh PT Gudang Garam sendiri disampaikan oleh Gubernur Jatim Soekarwo menjawab pertanyaan media, usai rapat terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (14/3/2017) lalu.

Keberadaan bandara di Kediri tersebut, jelas Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim, menjadikan tidak mungkin pembangunan bandara di Tulungagung karena lokasinya yang berdekatan.

Keberadaan berbagai bandara di Jatim, selain Bandara Internasional Juanda, dipastikan akan meningkatkan perekonomian masyarakat, bukan hanya di Jatim tetapi wilayah lain, terutama Indonesia bagian timur.

Alasannya, bandara bukan hanya sebagai moda transportasi tetapi juga menstimulasi aktivitas perekonomian lainnya.

Diberitakan beritajatim.com sebelumnya sesuai rilis resmi Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Bandar udara yang rencananya dibangun di Campurdarat Tulungagung batal dan akan dipindah ke Kabupaten Trenggalek.

Penyebabnya karena PT Gudang Garam juga akan membangun bandara di Kediri.

Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo usai hadir dalam rapat terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara.

Hadir dalam rapat ini Wapres Jusuf Kalla, jajaran kabinet, diantaranya Mendagri, Menteri BUMN, Menteri Perencanaan Pembangunan/Bappenas, Menteri Perdagangan, dan Menteri BUMN.

"Bandara di Kediri selain untuk perusahaan (PT Gudang Garam), bandara ini nantinya juga dimanfaatkan untuk masyarakat luar. Sedangkan rencana pembangunan bandara di Tulungagung, karena terlalu dekat ruang udaranya, maka diproyeksikan akan dipindah ke Trenggalek," kata Pakde Karwo, Selasa (14/3/2017).

Sebelumnya tim Kemenhub RI telah mengecek lokasi rencana pembangunan bandara baru di Kecamatan Campurdarat, Bandara Tulungagung. Wilayah selatan Jatim ini dianggap paling aman untuk penerbangan.

"Studi kelayakan sudah dilakukan dan dipilih Tulungagung paling tepat dan aman untuk pembangunan bandara baru di Jatim," kata Gubernur Jatim Soekarwo, Jumat (6/1/2017).

Menurut Pakde, pemerintah pusat telah menyetujuinya dan sudah memasukkan dalam rencana proyek nasional. Pada tahun 2017 ini detail engineering design (DED) Bandara Tulungagung akan disusun.

Sebelum di Tulungagung, wacana bandara sempat menguat di Pacitan. Bahkan waktu itu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta. Tapi sayangnya dekat dengan aktivitas penerbangan militer. (tok/ted)

Komentar

?>