Sabtu, 27 Mei 2017

Melihat dari Dekat Ring I Pabrik Semen Rembang (1)

Kesempatan Emas Ini Jangan Dilewatkan

Jum'at, 10 Maret 2017 17:35:23 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Kesempatan Emas Ini Jangan Dilewatkan
Tenang dan Asri: Kondisi Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Salah satu desa ring I pabrik Semen Rembang. [Foto: air/bj.com]

Rembang (beritajatim.com)--Selama 2 hari, sejak 8 sampai 9 Februari 2017 lalu, beritajatim.com berkesempatan keluar-masuk desa-desa kawasan ring I (Pertama) pabrik Semen Rembang milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kecamatan Bulu dan Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jateng. Berikut laporannya.

Berjarak sekitar 25 kilometer (KM) lebih dari Kota Rembang menuju Kabupaten Blora, Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu merupakan salah satu desa ring I pabrik Semen Rembang milik PT Semen Indonesia (SI). Desa ini berpenduduk sekitar 1.011 jiwa atau 351 kepala keluarga (KK). Dengan luas wilayah sekitar 127.865 hektar, Desa Kadiwono berjarak sekitar 4 kilometer dari tapak pabrik Semen Rembang yang masuk Desa Pasucen dan Desa Kajar, Kecamatan Gunem.

Desa Kadiwono menggambarkan potret desa-desa di Pulau Jawa: banyak sawah dan atau tegalan membentang di sekeliling desa yang dibalut bukit-bukit nan hijau, ada lahan hutan jati di bawah PT Perhutani, dan rumah-rumah gaya Jawa yang khas dengan joglonya.

Sebagian besar pemukiman warga Desa Kadiwono terbangun dari tembok. Memang, di lapangan memperlihatkan ada sejumlah rumah warga yang terbangun dari papan atau kayu. Tapi, secara kasat mata, bangunan dari kayu itu tak terlalu buruk. Sebab, sebagian besar kayu yang dipakai sebagai bangunan rumah warga adalah kayu jati: jenis kayu dengan kualitas bagus dan harganya tak murah. Ada pula rumah yang terbangun dari setengah tembok dan setengah kayu. Bagian bawah dari tembok dan atasnya dari kayu jati.

Dari jalan poros antarkabupaten Rembang-Blora, posisi geografis Desa Kadiwono tak begitu jauh. Dari arah Kota Rembang ke Blora, sekitar 25 kilometer dari Kota Rembang, belok ke kiri dan masuk sekitar 500 meter, kita akan menemukan desa ini. Desa yang masih asri, dikelilingi banyak hutan jati ini tetap menggambarkan potret genuine pedesaan: Alamnya asri, sebagian besar warga berprofesi sebagai petani, tutur sapa warganya penuh keadaban kultur ke-Timur-an, relasi sosialnya terajut erat, dan lainnya.

"Desa kami masuk kawasan ring I pabrik Semen Rembang, terutama untuk kepentingan jalan produksi untuk mobilitas material pabrik dan penambangan tanah liat," kata M Sholeh, tokoh masyarakat Kadiwono kepada beritajatim.com di Kadiwono, Rabu (8/2/2017).

Berdasar izin Amdal yang dikeluarkan Pemprov Jateng tertanggal 23 Februari 2017, nomor: 660.1/6 Tahun 2017 tentang Penerbitan Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang, Jateng disebutkan bahwa penambangan tanah liat serta sarana dan prasarana di Desa Tegaldowo, Desa Kajar, Desa Pasucen, dan Desa Timbrangan Kecamatan Gunem serta Desa Kadiwono Kecamatan Bulu. Sedang jalan produksi di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu.

M Sholeh, guru madrasah di desanya yang lembaga pendidikannya di bawah binaan Lembaga Pendidikan Ma'arief NU ini menambahkan, kehadiran pabrik Semen Rembang merupakan harapan perubahan warga Desa Kadiwono.

Kok bisa? Sholeh mengutarakan, sebagian besar profesi warga Kadiwono adalah pertanian dengan tingkat pendidikan rerata SLTP. Lahan pertanian di desa berpola tanam padi, palawija (jagung), dan palawija (ketela pohon) setiap tahun. Dari 351 KK di desanya, sekitar 162 KK di antaranya kualitas kehidupannya kurang beruntung secara sosial ekonomi.

"Makanya, kehadiran pabrik Semen Rembang ini merupakan kesempatan emas yang tak boleh dilewatkan. Hampir 99 persen warga Desa Kadiwono mendukung pembangunan dan operasi pabrik Semen Rembang," kata Sholeh yang dibenarkan Kades Kadiwono, Achmad Ridwan.

"Sekarang ini SI atau SG (Semen Gresik) milik kita semua. Tak ada lagi istilah kelompok pro dan kontra. Yang penting sekarang mulai siapkan diri sebaik mungkin, sehingga warga lokal bisa berkiprah di pabrik Semen Rembang," tambah Achmad Ridwan saat kegiatan sosialisasi izin pembangunan dan penambangan pabrik Semen Rembang milik PT Semen Indonesia di desanya.

Penegasan senada disampaikan Camat Bulu, Suswantoro. Dia mengatakan, kehadiran dan operasi pabrik Semen Rembang pasti ada manfaatnya untuk warga di ring I khususnya dan warga Kabupaten Rembang secara umum. "Kalau pun ada yang belum setuju, ya tak apa-apa. Mereka tetap saudara kita," ingat Suswantoro.

Saat izin Amdal pabrik Semen Rembang dibatalkan berdasar putusan PK Mahkamah Agung, kata Suswantoro, denyut kehidupan sosial ekonomi di kawasan Kecamatan Bulu dan sekitarnya sangat terpengaruh. Karena itu, semua stakeholder, khususnya warga Rembang, mesti mempertahankan keberadaan dan mendorong percepatan operasi pabrik Semen Rembang. "Pertahankan pabrik Semen Rembang. Jangan biarkan orang luar Rembang membikin masalah di sini," tegas Suswantoro. [air/bersambung]

Komentar

?>