Selasa, 22 Agustus 2017

Subsidi PLN Dicabut, Inflasi Tak Akan Berpengaruh Banyak

Kamis, 19 Januari 2017 16:25:35 WIB
Reporter : Renni Susilawati

 


Surabaya (beritajatim.com) - Aksi unjuk rasa mahasiswa pekan lalu di sejumlah tempat di Tanah Air termasuk di Surabaya, yang mengkritisi kenaikan tarif PLN, salah satunya akibat dicabutnya subsidi golongan 900 VA, membuat Koordinator Program Kemitraan TNP2K, Regi Wahono pun angkat bicara.

Menurutnya pencabutan subsidi tak akan mempengaruhi naiknya inflasi secara masif seperti yang dikhawatirkan masyarakat selama ini. menurutnya, pencabutan subsidi merupakan langkah yang tepat. Sebab, dari data BPS angka kemiskinan di Indonesia terus mengalami penurunan sejak 2014 silam. 

“Pemicu inflasi tertinggi masih terhadap barang kebutuhan pokok, sedangkan untukl tarif listrik hanya mempengaruhi sekitar 0,14 persen saja," aku Regi dalam Sosialisasi Subsidi Listrik Tepat sasaran di Hotel Aria, Kamis (19/1/2017).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur Pembianaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kemetretian ESDM, Satya Zulfanitra dimana pemangkasan dilakukan dengan mencabut subsidi bagi golongan listrik 900 VA. Selama ini, pemerintah telah mensubsidi 23 juta pelanggan golongan 900 VA. Sementara tahun ini, pemerintah hanya akan menyubsidi 4,1 juta pelanggan 900 VA saja.

Pemerintah terus berupaya memangkas subsidi listrik hingga Rp 22 triliun tahun ini. Pasalnya, selama ini subsidi listrik yang digelontorkan pemerintah belum tepat sasaran karena hanya dinikmati oleh 26 persen masyarakat kurang mampu.

"Dari 4,1 juta pelanggan tersebut, 447 ribu atau 11,6 persen berasal dari jawa Timur. Sementara golongan 450 VA sebanyak 23 juta pelanggan," jelasnya.

Sementara dengan dicabutnya subsidi listrik golongan 900 VA, Satya Zulfanitra menargetkan pemerintah hanya mengeluarkan subsidi listrik sebesar Rp 44 triliun saja. 

“Itu sesuai target pemerintah yang ingin memangkas subsidi listrik hingga Rp 22 triliun,” tandasnya.[rea/but]

Komentar

?>