Selasa, 30 Mei 2017

Manipulasi Emisi Gas Buang, VW Bayar Denda Rp 60 Triliun

Kamis, 12 Januari 2017 08:24:47 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Manipulasi Emisi Gas Buang, VW Bayar Denda Rp 60 Triliun

Jerman (beritajatim.com) - Badai yang menimpa industri mobil Jerman, Volkswagen  (VW) belum berakhir. Setelah mengaku bersalah atas dakwaan kriminal di Amerika Serikat karena memanipulasi buangan emisi mobil dieselnya, kini VW harus membayar denda  US$4,3 miliar dollar atau sekitar Rp60 triliun rupiah.

Enam pimpinan dan manajer VW juga sudah didakwa terkait peran mereka dalam memanipulasi buangan emisi tersebut.

Jaksa Agung Loretta Lynch mengatakan VW mengaburkan, membantah, dan akhirnya berbohong untuk menyembunyikan tindakannya.

Pimpinan eksekutif Volkswagen Group, Matthias Müller, mengatakan perusahaan mobil itu 'menyesalkan secara mendalam' tindakannya.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat menuduh VW memiliki skema jangka panjang untuk menjual sekitar 590.000 mobil diesel di AS yang dilengkapi dengan peralatan yang 'menipu' saat uji buangan emisi.

VW akan berada dalam masa percobaan selama tiga tahun di bawah pengawasan sebuah badan independen sepanjang periode tersebut.

Mereka juga sepakat untuk bekerja sama dengan penyelidikan Departemen Kehakiman terkait enam pimpinan dan manajer yang terlibat dalam kejahatan.

Ketua Badan Pengawas VW, Hans Dieter Pötsch, mengatakan, "Kami bukan lagi perusahaan yang sama seperti 16 bulan lalu."

VW sebelumnya mencapai kesepakatan untuk membayar penyelesaian sipil sebesar US$15 miliar dengan otorita lingkungan dan para pemilik mobil di Amerika Serikat.

Sebellum ini, sekitar September 2016, VW terpaksa mengakui telah memanipulasi uji emisi pada kendaraan yang mereka produksi. Tidak tanggung-tanggung, ada 11 juta unit kendaraan di seluruh dunia dipasangi perangkat khusus untuk memanipulasi uji emisi itu.

Manupulasi ini bukan hanya memaksa Direktur utama VW, Martin Winterkorn meminta maaf, namun juga membuat saham VW anjlok. VW mengatakan mereka menganggarkan dana 6,5 miliar euro untuk menyelesaikan skandal ini.

Kasus ini pertama kali diungkap oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), hari Jumat (18/09/2016), yang mengatakan emisi yang dikeluarkan mobil diesel jauh lebih tinggi dari hasil pengujian.

EPA juga mengatakan ada perangkat lunak khusus yang dipasang di mobil VW untuk memanipulasi hasil uji emisi.

Winterkorn mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan para penyelidik Amerika dalam kasus ini.

Dalam video yang diunggah di situs VW, ia mengatakan VW telah "mengkhianati kepercayaan" jutaan orang

Sumber : bbc.com

Berita Terkait

    Komentar

    ?>