Rabu, 29 Maret 2017

Hama Ulat Serang Tanaman Cabai, Petani Panen Dini

Rabu, 11 Januari 2017 22:12:11 WIB
Reporter : M. Ismail
Hama Ulat Serang Tanaman Cabai, Petani Panen Dini

Sidoarjo (beritajatim.com) - Selain cuaca tak menentu, petani cabai rawit di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, juga dipusingkan dengan hama ulat. Akibat, para petani memilih panen dini sebelum merugi.

Hampir seluruh petani cabai di kawasan selatan Kota Sidoarjo ini, mengalami hal demikian. Mereka kebanyakan mengalami gagal panen. "Hampir seluruh tanaman cabai diserang oleh hama ulat," kata Sholeh (49), salah satu petani cabai, Rabu (11/1/2017).
 
Dia menambahkan, cabai yang dipanen semuanya masih dalam kondisi hijau, belum sampai memerah. Warna cabai perlahan-lahan berubah berwarna coklat, akibat hama. "Jika dibiarkan, cabai cepat membusuk dan tidak laku dijual," tuturnya.

Sholeh menyebutkan, cabai muda yang ia panen, hanya laku sebesar Rp 25.000 perkilogram ke tengkulak. Padahal harga cabai rawit tua, mencapai Rp 70.000 perkilogram dan menjadi Rp 100.000 di tingkat konsumen.

"Aslinya kami sebagai petani, sangat merugi. Tapi mau gimana lagi, cabai tidak dijual malah ruginya bertambah besar," keluhnya.

Sholeh mengungkapkan, di masa-masa melejitnya harga cabai rawit, petani justru tidak bisa menikmati hasilnya. Sholeh bersama petani lainnya juga berharap ada bantuan obat-obatan dari pemerintah guna untuk memberantas hama tersebut.

"Kami minta pemerintah turun tangan, yakni membantu obat-obatan pembasmi hama. Terlebih juga permainan harga cabai ini mendapat perhatian dari pemerintah," pungkasnya. [isa/suf]

Komentar

?>