Jum'at, 21 Juli 2017

Pemprov Jatim Larang Pedagang Jual Cabai Busuk

Rabu, 11 Januari 2017 21:25:37 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Pemprov Jatim Larang Pedagang Jual Cabai Busuk
Kadisperindag Jatim M Ardi Prasetyawan

Surabaya (beritajatim.com) - Pemprov Jatim akan menarik peredaran cabai busuk yang dijual di beberapa pasar di Jatim. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi meminta pedagang tidak lagi menjual cabai busuk kepada konsumen.

"Cabai busuk ini memang harganya separuh lebih murah dibandingkan harga cabai rawit merah yang mahal. Kami akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, memastikan apakah cabai busuk itu berbahaya atau tidak untuk kesehatan. Kalau bahaya, kami bisa menariknya dari peredaran," kata Kadisperindag Jatim M Ardi Prasetyawan, Rabu (11/1/2017).

Dia mengatakan, jika harga cabai naik, pedagang seharusnya tidak menjual cabai busuk meski penjualannya dicampur dengan cabai kering dan cabai yang bagus.

"Ada baiknya, jika ingin mencari keuntungan, pemprov masih mempersilakan menjual cabai kering. Itupun, juga ada batas waktunya. Sebab, ketika sudah terlalu kering, juga tidak baik untuk dikonsumsi," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, untuk menyiasati adanya kenaikan harga cabai yang belum turun, pemprov tengah menggandeng Bulog dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk menyediakan cabai rawit dan beberapa komoditas. "Ini program stabilisasi harga bukan operasi pasar (OP). Dimulai pada 8 Januari kemarin dan disiapkan 100 kg cabe rawit merah per hari per titik," imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya, akibat naiknya harga cabai, beberapa pasar menjual cabai busuk yang dicampur dengan cabai kering.  Hasilnya, cabai busuk lebih diminati, karena harganya cukup murah, yakni 60 ribu per kilogramnya. Sementara, harga cabai rawit merah masih berkisar Rp 90-100 ribu lebih per kilogramnya. (tok/ted)

Tag : harga cabai

Komentar

?>