Senin, 23 Oktober 2017

Gara-gara Gagal Panen

Harga Cabai di Tingkat Petani Hanya Rp 15 Ribu/Kg

Rabu, 11 Januari 2017 08:37:37 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Harga Cabai di Tingkat Petani Hanya Rp 15 Ribu/Kg

Magetan (beritajatim.com) - Harga cabai boleh saja 'pedas'. Bukan berarti petani cabai menikmati hasil yang selangit. Yang terjadi sebaliknya, petani cabai di Magetan mengaku rugi hingga ratusan juta rupiah. Hal ini karena petani gagal panen pada tahun ini.

"Bukan hanya pedagang yang khawatir stok cabainya menipis. Juga si penyuka cabai resah karena harga semakin mahal. Kami juga merana karena gagal panen," kata Jumali Feri Iskandar, petani cabai di Desa/Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Rabu (11/1/2017).

Bahkan harga cabai keriting yang konon katanya ikut meroket, dari petani hanya Rp 15 ribu per kilogram. Jumali mengatakan untuk normalnya Rp 40 ribu per kg.

Dia mengaku, rendahnya harga cabai dari petani karena gagal panen. Cabai merah keriting yang seharusnya siap dipanen bulan ini, rusak semua akibat terkena serangan jamur. Dari kebunnya yang luasnya 250 meter persegi, semua cabai kering karena terkena pathek (jamur).

Akibat gagal panen, dia mengaku mengalami kerugian Rp 12 juta hingga Rp13 juta. Angka kerugian itu baru hitungan untuk biaya penanaman bibit dan perawatan. Padahal, lanjut dia, dalam satu kotak seluas 10 are atau 1000 meter persegi, setiap sekali panen bisa menghasilkan 1 kuintal cabai merah keriting.

Panen tidak hanya satu kali, namun bisa dilakukan 15 kali dalam sekali musim. Ayah dua anak ini mengatakan, akibat serangan jamur "pathek", cabai merah keriting membusuk. Dikatakan Jumali, tidak hanya dirinya yang mengalami gagal panen. Sejumlah petani cabai di Kecamatan Bendo, juga mengalami hal serupa. "Petani di Kecamatan Bendo ini gagal panen semua," kata pria yang juga tengkulak cabai ini.

Dia menambahkan, gagal panen tidak hanya terjadi tahun ini saja. Sudah dua tahun ini, kata Iskandar, petani cabai merah keriting di Kecamatan Bendo, selalu mengalami gagal panen. "Padahal dulu Kecamatan Bendo ini, menjadi kecamatan unggulan. Pada 2005, saya bisa panen 4-5 truk setiap harinya," imbuhnya. [mit/suf]

Komentar

?>