Rabu, 18 Januari 2017

Banyuwangi Akan Bangun 15 Embung Baru

Jum'at, 06 Januari 2017 23:08:43 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Banyuwangi Akan Bangun 15 Embung Baru

Banyuwangi (beritajatim.com) - infrastruktur pertanian menjadi salah satu prioritas usulan pembangunan pada 2017. Khususnya untuk pembangunan fasilitas sumberdaya air seperti embung dan jalan usaha tani penghubung antardesa yang bisa memudahkan petani dalam mendistribusikan hasil panennya. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan dana mencapai Rp150 miliar.

”Jadi selain teknis pertaniannya kami perkuat, misalnya dengan inovasi budidaya maupun pasca-panen, kami juga bangun infrastrukturnya, terutama untuk sumberdaya air. Aliran air ke lahan harus dipastikan tidak macet dan dalam jumlah yang cukup,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat memimpin Rapat Koordinasi Bidang Infrastruktur di Banyuwangi, Jumat (6/1/2017).

Nantinya, kata Anas, untuk memperluas layanan sumberdaya air bagi sektor pertanian di Banyuwangi, pihaknya bakal kembali menambah jumlah embung baru pada tahun ini. Pada tahun ini, dibangun 15 embung baru dengan kapasitas tiap embung ‪2000-5000‬ meter kubik. Jaringan irigasi tersier juga bakal dibenahi dan ditambah sebagai upaya percepatan daya hantar air dari hulu ke lahan-lahan pertanian.

“Tahun ini APBD Banyuwangi mengalokasikan dana Rp 150 miliar untuk pembangunan infrastruktur sumberdaya air guna menopang kinerja sektor pertanian,” jelas Anas.

Selain infrastruktur sumberdaya air, pembangunan infrastruktur pertanian juga difokuskan ke jalan usaha tani untuk menunjang aspek pasca-panen. “Aksesibilitas jalan antar desa dan kecamatan dibangun dan diperbaiki. Dengan aksesibilitas yang meningkat membuka peluang pasar yang lebih besar bagi petani,” ujar Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU)Pengairan Guntur Priambodo mengatakan dengan pembangunan irigasi secara berkelanjutan, pihaknya menargetkan persentase ketersediaan air bagi petani bertambah dari saat ini 200 persen menjadi 230 persen dalam dua atau tiga tahun ke depan.

"Artinya, sebagian petani atau sekitar 30 persen bisa menambah jumlah masa tanamnya, dari yang dulu cuma dua kali bisa menjadi tiga kali dalam setahun,” katanya.

Dia menambahkan, salah satu embung yang dibangun adalah embung berkapasitas sedang, yaitu embung Tasmuin di Kecamatan Songgon. Embung ini berkapasitas 500.000 meter kubik. Selain itu, empat embung besar berkapasitas hingga 2 juta m3 disiapkan di Banyuwangi wilayah selatan.

“Jika ini terealisasi maka ketersediaan airnya hampir menyamai Waduk Bajulmati di Wongsorejo atau kawasan Banyuwangi utara yang mencapai 10 juta meter kubik,” pungkasnya.

Di Banyuwangi, jaringan irigasi primer mencapai 3.718 kilometer, irigasi sekunder 2.204 kilometer, dan irigasi tersier 797 kilometer. Jaringan tersebut mengairi sekitar 66.000 hektar sawah. Selain itu, ada kawasan perkebunan sekitar 82.000 hektar yang juga membutuhkan sumberdaya air dalam skala tertentu. [rin/suf]

Tag : pertanian

Komentar

?>