Senin, 29 Mei 2017

Puluhan Hektar Padi Roboh, Petani Terpaksa Panen Dini

Jum'at, 06 Januari 2017 10:00:55 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Puluhan Hektar Padi Roboh, Petani Terpaksa Panen Dini

Banyuwangi (beritajatim.com) - Puluhan hektar tanaman padi milik petani di Desa/Kecamatan Singojuruh, roboh. Kondisi padi yang menjelang panen itu rata dengan tanah. Penyebabnya, akibat curah hujan dan angin kencang.

Salah seorang buruh tani di Desa/Kecamatan Singojuruh, Sumiyono mengaku hujan yang terus berlangsung selama dua pekan terkahir membuat tanaman padi milik juragannya itu roboh. Para petani terpaksa melakukan panen lebih awal, karena khawatir menimbulkan kerugian.

“Jika tidak segera dipanen akan malah banyak yang rontok dan busuk bulir padinya akibat terlalu lama di tanah,” ungkapnya, Jumat (6/1/2017)

Meski demikian, petani tak memungkiri jika hasil panen kali ini dipastikan akan turun. Bahkan, sebagian besar para petani dipastikan merugi lantaran beberapa dari mereka gagal panen.

“Kalau sudah banyak yang roboh seperti ini jangan harap dapat hasil banyak,” katanya.

Biasanya setiap setengah hektar lahan, petani mampu menghasilkan 17 karung dalam setiap kali panen atau sekitar 2 ton gabah. Namun, akibat kondisi ini produktivitas dipastikan akan menurun.

“Paling banyak 14 karung itu dalam setengah hektar. Kita dapat sedikit belum dipotong biaya produksi dan buruh,” ujarnya.

Masih di Kecamatan Singojuruh, namun di lokasi lain juga terjadi hal serupa. Di Desa Cantuk ini misalnya, para petani kaget melihat tanaman padi yang siap panen justru tumbang.

“Ya untungnya sudah masuk masa panen, jadi tidak terlalu rugi besar. Kalau masih baru berbuah dan tumbang jelas akan rugi besar,” ungkap Sodikun, petani asal Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh.

Jika sudah banyak yang roboh, biasanya bulir padi yang sudah isi dan siap panen banyak yang rontok, dan busuk. Sehingga sangat berpengaruh terhadap produktivitas hasil panen, “Kalau sudah begini biasanya susut. Kalau biasanya setengah hektare dapat 17 karung, mungkin hanya
dapat 14 karung,” jelasnya. [rin/suf]

Tag : pertanian

Komentar

?>