Rabu, 20 September 2017

Ikan Laut Mahal, Cuaca Ekstrem Diprediksi Sampai Akhir Januari

Senin, 02 Januari 2017 18:31:30 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Ikan Laut Mahal, Cuaca Ekstrem Diprediksi Sampai Akhir Januari
Foto Ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) - Pengaruh terhadap cuaca yang ekstrem, salah satunya membuat harga ikan laut mahal. Mahalnya harga ikan laut tersebut karena nelayan tidak banyak yang melaut. Sehingga stok ikan laut di pasar minim. Diperkirakan cuaca ekstrem terjadi hingga akhir Januari 2017 ini.

Harga ikan laut di Pasar Kota Bojonegoro mulai menunjukan kenaikan selama sepekan terakhir ini. Seperti misalnya harga Ikan Nila dari yang semula Rp22.000 perkilogram (Kg) saat ini menjadi Rp24.000/kg, Ikan Kakap yang semula Rp22.000/Kg menjadi Rp27.000/Kg, untuk cumi-cumi Rp50.000/kg dan udang Rp60.000/kg.

Sedangkan harga ikan tenggiri sekarang Rp80.000/Kg dari harga sebelumnya Rp60.000/Kg, dan untuk harga kepiting Rp80.000/Kg dari yang sebelumnya harga hanya Rp70.000/Kg.

Salah seorang pedagang ikan laut di Pasar Kota Bojonegoro, Lasmi mengungkapkan, ikan laut yang dijualnya tersebut biasanya diperoleh dari Tuban dan Lamongan. Namun belakangan, kiriman hanya sedikit. "Kata para nelayan ombak sangat besar, jadi mereka banyak yang tidak mencari ikan," jelasnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, mengungkapkan, berdasarkan perkiraan BMKG Karangploso Malang, perkiraan cuaca ekstrem terjadi hingga akhir Januari 2017 ini.

"Cuaca ekstrem ini juga pengaruh dengan ombak besar di lautan. Mestinya dengan cuaca yang ekstrem sangat berpotensi menimbulkan bahaya," jelasnya, Senin (2/1/2017).

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Bojonegoro untuk waspada terhadap cuaca yang ekstrem. Salah satun yang perlu diantisipasi adalah ancaman hujan deras, badai dan tanah longsor. "Harus berhati-hati dalam melakukan aktifitas, khususnya transportasi air dan pencari ikan air tawar," jelasnya.

Sementara, lanjut dia, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, pihaknya lebih mengaktifkan tim penanggulangan bencana tingkat kecamatan dan desa, serta secara rutin melakukan patroli dan pemantauan rutin di wilayah rawan saat hujan deras. Serta melakukan gotong royong membersihkan sungai agar tidak terjad genangan jika hujan deras. [lus/but]

Komentar

?>