Rabu, 29 Maret 2017

Jika Petani Frustrasi, Sawah Bisa Ditumbuhi Beton

Sabtu, 31 Desember 2016 19:23:50 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Jika Petani Frustrasi, Sawah Bisa Ditumbuhi Beton
Foto Ilustrasi

Jember (beritajatim.com) - Masalah sulitnya petani mengakses kredit untuk membiayai budidaya pertanian bisa membuat frustrasi.

Demikian penilaian Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Arum Sabil. Ia menyoroti ditiadakannya KKPE (Kredit Ketahanan Pangan dan Energi) dan diganti dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

KUR memberlakukan jaminan berupa sertifikat aset. Sementara tidak semua petani memiliki lahan sendiri, karena lebih suka menyewa dalam periode musim tanam tertentu. Ini membuat petani kesulitan memperoleh KUR. Apalagi KUR juga diperebutkan dengan pelaku usaha mikro kecil menengah.

"Kalau saya melihat bukan hanya petani tebu, tapi petani komoditas lain kelimpungan masalah biaya," kata Arum.

"Yang saya khawatirkan petani sudah pada puncak keputusasaan. Kalau tak punya biaya, tanah dibiarkan jadi berau. Lebih bahaya lagi kalau tanaman pertanian tak punya nilai ekonomis, mereka beralih ke pekerjaan lain, tanah dijual dan bisa jadi perumahan. Ini mulai nampak karena petani frustrasi," kata Arum.

Asosiasi petani tak bisa berbuat banyak soal pinjaman ini. "Asosiasi bukan lembaga keuangan. Asosiasi adalah institusi yang mewadahi aspirasi petani, bukan lembaga ekonomi. Yang paling memungkinkan koperasi," kata Arum.

Masalahnya, lanjut Arum, KUR tak bisa disalurkan melalui lembaga, karena langsung personal ke petani. "Ini untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan atas nama petani tapi dipakai oknum. Kami mendorong kredit petani harus langsung kepada petani bersangkutan," katanya. [wir/but]

Tag : pertanian

Komentar

?>