Rabu, 27 September 2017

Harga Buah Naga Naik Turun, Petani Bingung

Kamis, 29 Desember 2016 00:12:28 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Harga Buah Naga Naik Turun, Petani Bingung

Banyuwangi (beritajatim.com) - Beberapa hari belakangan in harga buah naga di tingkat petani semakin tak menentu. Hal tersebut membuat sejumlah petani buah naga di Banyuwangi bingung.

Pasalnya, di satu sisi mereka menginginkan harga dapat kembali stabil. Tapi hal itu tak sesuai yang diharapkan, karena harga justru selalu berubah setiap saat. Kondisi ini juga mengakibatkan petani tak bisa menyesuaikan antara harga dengan keadaan buah.

"Kalau turunnya harga hanya selisih sedikit tak masalah. Tapi ini selisihnya banyak padahal hanya sela satu hari. Kalau lama ditahan hasilnya juga tidak bagus, karena akan banyak yang busuk," ungkap Faisol petani buah naga asal Desa Kesilir, Kecamatan Siliragaung, Rabu (28/12/2016).

Saat ini, kata Faisol, harga buah naga dikisaran Rp 8000 per kilogram. Padahal dua hari lalu harga sempat jatuh hanya dikisaran Rp 4500. Bahkan, ada pula yang terpaksa menjual buah naga dengan harga Rp 2500 per kilogram.

"Lumayan, tadi menghubungi pedagang katanya harganya hari ini naik. Mumpung naik makanya cepat-cepat tak jual. Harganya di sini dengan tempat lain berbeda," ungkapnya.

Tapi hal ini sebenarnya tak serta merta membuat petani senang. Karena, di sela menanti naiknya harga, tanaman buah naga justru berkualitas buruk. Padahal, menurut Faisol, dalam seperempat hektar tanaman buah naga miliknya mampu menghasilkan 1 ton setiap satu kali panen.

"Sering turun hujan, jadi kalau kelamaaan di pohon akan banyak yang membusuk. Kadang ya terpaksa kita jual meski harganya murah," terangnya.

Petani berharap agar harga buah naga di tingkat petani kembali stabil. Sehingga, mereka tak merasa bingung saat menjual hasil panennya. Belum lagi, gangguan cuaca dan penyakit yang mengancam tanaman buah naga tersebut. [rin/suf]

Komentar

?>