Rabu, 29 Maret 2017

Kredit Sektor Pertanian Sangat Rendah

Rabu, 28 Desember 2016 21:15:14 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Kredit Sektor Pertanian Sangat Rendah

Surabaya (beritajatim.com) - Penyaluran kredit untuk sektor pertanian masih sangat minim. Salah satu penyebabnya adalah angka kredit macet sektor pertanian yang tahun 2014 silam pernah melambung tinggi yakni sekitar 8 persen. Dampaknya hingga kini pihak perbankan pun masih trauma dan belum menemukan formula yang tepat untuk penyaluran kredit bidang pertanian ini.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr Lutfi saat seminar bertema "Penguatan Kredit Guna Membangun Ekonomi Bangsa" di Hotel Aria Surabaya, Rabu (28/12/2016). Namun sektor pertanian harus kembali mendapat kucuran kredit demi meningkatkan PDRB daerah maupun nasional. Apalagi di Jatim, sektor pertanian menjadi salah satu sektor penopang ekonomi.

"Jika pertanian digenjot, maka sektor industri pengolahan pertanian pun akan menjadi lebih pesat perkembangannya," jelas Lutfi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur Operasional PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim), Rudie Hadiono, yang berharap hasil olahan pertanian juga dibenahi. Sebab hasil olahan pertanian punya masa depan yang jauh lebih moncer. Jika produksi olahan lebih baik, maka perbankan akan berlomba-lomba memberikan kredit di sektor ini.

Sementara itu, Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan BI Perwakilan Jatim, Taufik Saleh mengatakan penyaluran kredit ke sektor pertanian masih sangat rendah. Hingga November 2016, total penyaluran kredit perbankan di Jatim mencapai Rp 383,7 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian hanya kebagian 2,5 persen saja. [rea/but]

Tag : pertanian bank

Komentar

?>