Selasa, 23 Mei 2017

Lahan Belum Dibebaskan, Pesawat ATR 72 Tak Bisa Beroperasi

Kamis, 29 September 2016 09:59:13 WIB
Reporter : Temmy P.
Lahan Belum Dibebaskan, Pesawat ATR 72 Tak Bisa Beroperasi
Bandara: Runway bandara Trunojoyo di Kabupaten Sumenep, Madura. [Foto: temmy andani/bj.com]

Sumenep (beritajatim.com)--Pengoperasian 'runway' (landasan pacu) di Bandara Trunojoyo Sumenep untuk pesawat ATR 72 terkendala lahan yang belum dibebaskan di sekeliling bandara.

"Kalau secara ukuran, saat ini 'runway' Bandara Trunojoyo sudah memenuhi syarat untuk pesawat komersial jenis ATR 72, karena panjangnya sudah 1.600 meter. Tapi ada syarat keamanan yang belum terpenuhi, yakni pagar sekeliling bandara," kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo, Kamis (29/09/2016).

Ia menjelaskan, posisi pagar sekeliling bandara berada di lahan yang belum dibebaskan. Termasuk di sekitar ujung pendaratan 'runway' 12. Total lahan yang diperlukan seluas 5,18 hektar.

"Kami berharap lahan itu bisa segera dibebaskan, agar kami bisa melakukan pemagaran di sisi kanan, kiri, maupun ujung landasan," ujarnya.

Saat ini runway Bandara Trunojoyo telah diperpanjang menjadi 1.600 meter, dengan lebar 30 meter. Semula panjangnya 1.120 meter dengan lebar 23 meter.

Selain perpanjangan 'runway', pengerjaan pengembangan Bandara Trunojoyo berupa pembuatan 'apron' atau pelataran pesawat seluas 80 meter x 75 meter, juga telah tuntas dikerjakan.

"Tapi sekali lagi, sekali pun'runway' dan 'apron' baru sudah selesai, tetap belum bisa dioperasikan untuk pesawat ATR 72 berkapasitas 70 penumpang, selama belum ada pemagaran di sekeliling bandara," ucapnya.

Sejak Mei 2015, Bandara Trunojoyo telah dimanfaatkan untuk penerbangan pesawat perintis dengan kapasitas penumpang 15 orang. Maskapai yang melayani penerbangan perintis dari Bandara Trunojoyo Sumenep pada 2016 adalah PT Airfast Indonesia. [tem/air]

Komentar

?>