Sabtu, 29 April 2017

Kemendag Rencana Naikkan HET Gula, Ini Respon Petani

Selasa, 30 Agustus 2016 00:09:42 WIB
Reporter : Misti P.
Kemendag Rencana Naikkan HET Gula, Ini Respon Petani
foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) - Para petani tebu di Kabupaten Mojokerto menyambut baik rencana Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI untuk menjaga kesetabilan harga gula karena dianggap mengguntungkan petani tebu dan konsumen. Rencananya, Kemendag RI akan menetapkan harga eceran tertinggi gula kristal putih (GKP) Rp12.500.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Gempolkrep, Mubin mengatakan, selama ini petani tebu tidak mempunyai pedoman untuk menentukan harga lelang gula. "Harga lelang GKP petani musim panen 2015 rata-rata di bawah Rp10 ribu per kilogram. Harga itu membuat para petani tebu merugi," ungkapnya, Senin (29/8/2016).

Dalam dua kali lelang, masih kata Mubin, harga lelang GKP petani musim panen tahun ini dihargai Rp11.150 dan Rp 11.200 per kilogram. Angka tersebut, lanjut Mubin, masih dianggap rendah oleh para petani tebu karena biaya produksi terus merangkak naik. Jika para petani sewa lahan, maka para petani akan merugi.

"Kalau harga lelang Rp11.500 per kilogram, petani baru kembali modal produksi. Itupun bagi mereka yang memiliki lahan sendiri, bagi yang lahannya menyewa jelas rugi. Dengan rencana Kemendag RI tersebut akan menjadi pedoman bagi petani saat melelang gula di pasar," katanya.

Jika Kemendag RI merealisasikan rencana penetapan harga eceran tertinggi GKP, pihaknya berharap harga lelang gula petani ke depan akan melebihi Rp11.500 per kilogram. Dengan luas lahan garapan sekitar 15.000 hektare, pada musim panen tahun lalu, petani tebu Gempolkrep menghasilkan 9,7 juta kwintal tebu.

Dengan rendemen 7,5 persen dan bagi hasil dengan pabrik gula (PG) Gempolkrep 65 persen, maka gula yang diperoleh petani mencapai 47.288 ton. Sementara musim panen tahun ini, target tebu petani 10,5 juta kwintal dengan bagi hasil gula 51.187 ton.

"Kalau ada ketetapan harga eceran, akan ada kenaikan harga lelang gula petani sampai Rp11.600 per kilogram. Petani bisa untung," tegasnya.

APTRI Gempolkrep mewakili sekitar 30.000 petani tebu yang tergabung dalam 30 koperasi di Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Jombang. [tin/suf]

Tag : gula

Komentar

?>