Kamis, 19 Oktober 2017

Berpotensi Bocor, APTRI Kukuh Tolak Impor Gula

Senin, 15 Agustus 2016 08:43:03 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Berpotensi Bocor, APTRI Kukuh Tolak Impor Gula
Ketua DPN APTRI Soemitro Samadikoen bersama beberapa pengurus (foto; yusuf/beritajatim)

Jombang (beritajatim.com) - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) kembali mengingatkan pemerintah tidak melakukan impor gula mentah atau raw sugar. Alasannya, impor yang sudah dilakukan sudah melebihi kebutuhan gula dalam negeri. Bahkan berpotensi bocor mencapai 600 ribu ton.

Hal ini disampaikan Ketua DPN APTRI, Soemitro Samadikoen usai menggelar pertemuan dengan beberapa APTRI di Jombang, Minggu (14/8/2016) malam. "Kebutuhan impor gula kita sebenarnya hanya 350 ribu ton. Namun kuota impor gula yang dilakukan sekarang kini sudah melebihi dari  kebutuhan itu," ujar Sumitro.

Dia mengatakan, pihaknya mendengar adanya ijin impor yang dikeluarkan pemerintah pada tahun 2016 ini mencapai 1,126 juta ton. Dari jumlah itu yang sudah keluar sekitar 500 ribu ton.

"Ini ada potensi kelebihan 600 ribu ton masuk ke pasaran menjadi gula konsumsi, jelas akan merugikan petani. Belum lagi  potensi masuknya gula dari Malaysia lewat jalur illegal," imbuhnya.

Soemitro menilai, kebutuhan gula secara nasional sekitar 2,75 juta ton, sedangkan produksi gula nasional telah mencapai 2,4 juta ton. Jika pemerintah terus membuka kran impor yang melebihi kebutuhan, hal itu sama saja merugikan petani.

"Petani sudah berkali kali jatuh saat musim panen dengan harga yang sangat rendah. Jika sampai jatuh lagi maka kita yakin gairah untuk menanam tebu berkurang dan akibatnya swasembada gula tidak akan pernah tercapai," tegas Soemitro.

OLeh sebab itu, pihaknya menyesalkan kebijakan pemerintah yang cenderung tertutup terkait masalah impor gula ini. Padahal berkai-kali para petani sudah mengingatkan Menteri perdagangan dan BUMN atas persoalan tersebut.

"Yang kita tahu, impor sudah dilakukan PPI sebanyak 200 ribu ton, PT Adi Karya sebanyak 50 ribu ton, Perum Bulog 100 ribu ton dan yang digorontalo 25 ribu ton," pungkasnya. [suf]

Tag : gula impor

Berita Terkait

    Komentar

    ?>