Jum'at, 22 September 2017

Ketupat Lebaran, Pedagang Dadakan Raih Untung

Selasa, 12 Juli 2016 11:07:52 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Ketupat Lebaran, Pedagang Dadakan Raih Untung

Ponorogo (beritajatim.com) - Bagi warga Ponorogo tidak hanya momentum idul fitri saja yang ditunggu saat bulan Syawal. Namun juga lebaran ketupat yang dirayakan setiap tujuh hari pasca lebaran.

Ketupat tersebut, akan dipadukan dengan beberapa menu seperti opor ayam. Ada juga yang diolah menjadi ketupat sayur.

Tradisi ini dimanfaatkan pedagang musiman ketupat dengan berjualan di sejumlah titik strategis seperti pasar hingga pinggir jalan. Di trotoar Pasar Legi Songgolangit misalnya, beberapa hari terakhir pedagang pedagang ketupat mencapai puluhan orang. Sabani, 65, warga Coper, Jetis adalah salah seorang pedagang  yang sudah belasan tahun selalu memanfaatkan momentum Lebaran.

Di hari biasa, dia bekerja sebagai petani. ‘’Setiap Lebaran selalu menyempatkan berjualan ketupat, karena untungnya cukup besar,’’ ujarnya.

Dia berjualan kurang dari sepekan. Dalam empat hari, sejak Sabtu (9/7/2016) hingga Senin kemarin, Sabani sudah menjual 800 ketupat. Lonjakan pembeli terjadi jelang Lebaran ketupat. Kemarin, dalam sehari mampu menjual hingga 250 biji ketupat.

Dia juga melayani pesanan. Keuntungan berjualan hingga Lebaran ketupat diperkirakan mencapai Rp 5 juta. ‘’Setiap Lebaran ketupat, rata-rata pendapatan sekitar Rp 4 juta. Tahun ini ya kemungkinan meningkat,’’ terangnya.

Untuk sepuluh biji ketupat, Sabani menjualnya Rp 7 ribu. Untuk berjualan musiman itu, dia merogoh modal Rp 2,5 juta. Janur-janur untuk bahan ketupat dia peroleh dari Trenggalek. Saban hari Sabani mampu produksi 300 biji ketupat. ‘’Dulu di Ponorogo masih banyak pohon kelapa, juga yang menjual janur. Tapi sekarang sudah jarang,’’ jelasnya.

Anis, pedagang ketupat musiman lainnya menambahkan, dia sementara libur bekerja menjual jajanan di pasar. Sejak Jumat (8/7/2016) lalu dia beralih menjadi penjual dadakan ketupat. Dalam sehari dia mampu menjual sekitar 300 ketupat. Menurutnya, ketupat banyak dicari sejak H +3 hingga H+7 Lebaran. ‘’Sudah menjadi tradisi, perayaan Lebaran ditutup dengan menyantap ketupat bersama keluarga,’’ ujarnya. (mit/kun)

Komentar

?>