Jum'at, 21 September 2018

Jember Jadi Percontohan Transportasi Masal

Minggu, 27 Maret 2016 17:48:46 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Jember Jadi Percontohan Transportasi Masal

Jember (beritajatim.com) - Kabupaten Jember menjadi percontohan sistem transportasi masal. Jika penataan transportasi masal tak dimulai dari sekarang, keruwetan lalu lintas akan terjadi di kota ini sepuluh hingga dua puluh tahun mendatang.

"Sesuai hasil survei pemerintah pusat, di Jawa Timur, hanya Jember dan Magetan yang bisa menjadi pilot project. Ini harus jemput bola. Pemerintah pusat akan memberikan bantuan armada bus angkutan umum, dan ini sudah dimulai sejak zaman pemerintahan Bupati MZA Djalal. Ini harus diteruskan," kata Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi.

"Kalau sampai bantuan tidak diambil pemerintah Jember sekarang, akan rugi. Ini proyek berkesinambungan. Ini bus way, ada rute-rute khusus dan di tiap titik tertentu bus akan berhenti sesuai jadwal. Sementara untuk angkutan umum akan beroperasi di jalur-jalur ranting, arteri. Ini nanti harus bersinergi dengan PT Kereta Api Indonesia, karena rencananya jalur kereta api  ke Situbondo akan dibuka. Kita harus berpikir 10-20 tahun ke depan untuk kepentingan Jember," kata Ayub.

Menurut Ayub, persoalan angkutan umum masal belum temaktub dalam 22 Janji Kerja Bupati Faida. "Oleh sebab itu, kami mengisinya (menyarankannya)," katanya.

Ayub sudah melihat kajian penataan jaringan angkutan umum perkotaan Jember yang diinisiasi Dinas Perhubungan Jember, Universitas Jember, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan. Dalam penelitian itu disebutkan, bentuk dan karakter kawasan perkotaan Jember sangat memungkinkan untuk mengembangkan angkutan masal berbasis jalan. Sistem jaringan angkutan umum perkotaan dapat dibagi dalam jaringan utama, jaringan cabang, dan jaringan ranting.

Ada tiga terminal yang bisa menjadi asal tujuan perjalanan, yakni Terminal Tawangalun, Pakusari, dan Arjasa. Shelter transit perkotaan ditempatkan di alun-alun atau sekitar stasiun Jember. Rencana cakupan rute BRT (Bus Rapid Transit) pada jaringan cabang adalah Tawangalun - kota - Terminal Arjasa dan Terminal Pakusari.

Sementara rencana koridor alternatif pertama adalah dua koridor yakni Tawangalun-kota-Pakusari dan Arjasa-kota. Alternatif kedua adalah tiga koridor, yakni Tawangalun-kota, Pakusari-kota, dan Arjasa-kota.

Jaringan angkutan umum perkotaan di Jember terbagi dua, yakni jaringan cabang dilayani angkutan masal berbasis jalan (BRT) dengan ukuran bus sedang. Jaringan ranting dilayani angkutan kota (MPU) dengan ukuran minibus. [wir]

Tag : transportasi

Komentar

?>