Kamis, 23 Nopember 2017

Peretas Semakin Gencar Serang Situs layanan Perbankan

Jum'at, 28 Agustus 2015 08:08:57 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Peretas Semakin Gencar Serang Situs layanan Perbankan

Surabaya (beritajatim.com) - Hackers alias peretas situs tertentu masih menjadi momok bagi pemilik perangkat dan jaringan Informasi Teknology (IT). Namun jika dulu hackers meretas sebuah situs milik lembaga tertentu karena aktualisasi diri, tetapi kegiatan meretas yang lebih segmented dan berdasarkan kepentingan ekonomi.

Hal iti diungkapkan oleh Vice President Virtus Toto A. Atmojo, CISSP, CISA dan melalui  Virtus Security Day yang digelar di Surabaya, Kamis (27/8/2015) ini pihaknya berharap bisa meningkatkan awareness para profesional TI khususnya di bidang keamanan informasi dalam menangkal serangan siber melalui berbagai praktek dan strategi terbaik dari pakar security dan juga pelaku industri untuk mengantisipasi serangan hackers.

Kegiatan dengan tema “Advanced Threat Evolution and Future Attack Vectors” yang membahas mengenai evolusi serangan siber dan ancaman keamanan informasi di masa depan guna membantu para profesional TI memformulasikan strategi terbaik dalam menangkal serangan saat ini dan masa yang akan datang.

Advanced Persistent Threat (APT) mengacu pada jenis serangan yang memiliki terget secara spesifik dan terus-menerus (persistent) serta menggunakan jenis-jenis serangan yang terbilang baru dan jauh lebih kompleks (advance), sehingga cukup sulit untuk ditanggulangi oleh perangkat dan prosedur keamanan tradisional saat ini. Sehingga akibat yang ditimbulkan oleh APT bagi organisasi yang menjadi target serangan jauh lebih besar dari jenis serangan konvensional biasa. Oleh karena itu, organisasi perlu memikirkan dan mengaplikasikan cara-cara serta teknologi baru yang dapat menanggulangi jenis serangan ini.

“Kesadaran akan bahaya serangan APT semakin meningkat di kalangan profesional TI. Meski demikian mereka belum mengubah cara-cara untuk mengatasinya. Bahkan 75 persen responden survei yang dilakukan oleh ISACA mengungkapkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kurangnya referensi dan panduan, khususnya terkait dengan APT,“ kata Denny Cuang, Sales Manager Check Point Indonesia.

Besarnya tantangan itu tentunya berdampak terhadap penjualan layanan dan asuransi IT yang ditawarkan Virtus menjadi meningkat hingga 25 persen semester pertama tahun ini. Targetnya hingga akhir tahun penjualan akan naik hingga 20 persen lebih.

"Kami sadar saat ini ekonomi mengalami kemerosotan dan akan ada perlambatan penjualan. Namun kami tetap yakin bisnis ini akan tetap meningkat," tandas Erwin Kuncoro,CEO Virtus.[rea/kun]

Tag : perbankan

Komentar

?>