Minggu, 22 Januari 2017

Evaluasi Kinerja Bupati Jember Jelang Lengser

Potensi Tinggi, Minat Budidaya Ikan Air Tawar Rendah

Senin, 20 April 2015 14:50:54 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember (beritajatim.com) - Potensi budidaya ikan air tawar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, cukup tinggi. Namun minat terhadap sektor ini masih terhitung rendah.

Demikian hasil evaluasi DPRD Jember terhadap sektor perikanan. Produksi ikan air tawar sepanjang 2012-2014 sebenarnya cenderung meningkat. Namun parlemen belum puas dengan paparan angka statistik yang disajikan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Jember.

Data menunjukkan pada 2012, produksi ikan air tawar mencapai 3.963,6 ton; pada 2013 meningkat menjadi 4.733,5 ton; dan pada 2014 meningkat menjadi 7.445,8 ton. Budidaya ikan air tawar berada di Kecamatan Kalisat, Ledokombo, Sumberjambe, Sukowono, Mayang dan Silo untuk jenis tombro, nila, dan ikan hias. Sementara di Kecamatan Bangsalsari, Gumukmas, Puger, Semboro, Umbulsari, dan Wuluhan dibudidayakan jenis ikan gurami, lele, dan nila.

Peningkatan jumlah rumah tangga yang membudidayakan ikan hanya terjadi pada budidaya kolam. Tahun 2012, ada 2.710 rumah tangga yang menggunakan kolam sebagai tempat budidaya. Jumlah meningkat pada 2013 menjadi 2.735 rumah tangga, dan pada 2014 mencapai 3.095 rumah tangga.

Sementara itu kolam pembenihan ikan dan tambak stagnan, yakni masing-masing 492 rumah tangga dan 28 rumah tangga. Mina padi malah menurun, dari 144 rumah tangga menjadi 142 rumah tangga.

Komoditas terbesar pada 2014 adalah lele (5.275,10 ton), gurami (1.733,70 ton), dan nila (265 ton). Patin yang pada 2012 dan 2013 tidak dibudidayakan, pada 2014 sudah mulai dibudidayakan dengan jumlah produksi 15 ton. Namun mujair sudah tak tercatat lagi pada 2014, setelah sebelumnya ada produksi 15 ton pada 2013. 

Agus Widiyanto, juru bicara DPRD Jember, menilai, minat masyarakat untuk budidaya air tawar masih rendah, karena kurang optimalnya peran pemerintah daerah, baik dinas terkait maupun balai benih ikanm dalam mendorong minat mereka. "Selain itu lemahnya akses pasar untuk produksi ikan air tawar menjadi salah satu penyebab, sehingga kesejahteraan petani ikan masih rendah," katanya.

Padahal, budidaya ikan air tawar adalah alternatif bagus di tengah penurunan hasil penangkapan ikan yang disebabkan terjadinya kerusakan terumbu karang. "Kita masih menemukan cara-cara penangkapan yang merusak lingkungan dan mengganggu kebersinambungan produktivitas ikan, serta tingginya kecelakaan nelayan di semenanjung pantai Puger," kata Agus.

"Diharapkan Pemerintah Kabupaten Jember melakukan rekayasa transplansi terumbu karang, pengadaan rumpon laut dangkal dan dalam, serta melakukan sosialisasi program budidaya ikan air tawar pada masyarakat memiliki potensi," kata Agus.

DPRD Jember juga merekomendasikan penguatan kelembagaan kelompok peternak budidaya ikan air tawar, dan melakukan pembinaan kontinyu terhadap individu maupun kelompok budidaya air tawar. "Pemerintah juga perlu merekayasa adanya pasar yang bisa menjadi perangsang petani budidaya air tawar, serta mencari rekayasa teknologi yang mampu meningkatkan keselamatan nelayan Puger," kata Agus. [wir]

Tag : ikan

Komentar

?>