Selasa, 21 Nopember 2017

Terminal Teluk Lamong Siap Layani Petikemas Internasional

Jum'at, 06 Februari 2015 00:58:20 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Terminal Teluk Lamong Siap Layani Petikemas Internasional

Surabaya (beritajatim.com) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL), Surabaya, Jawa Timur, siap beroperasi melayani bongkar muat petikemas internasional mulai tanggal 1 Maret 2015. TTL sebagai anak usaha dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III menyatakan kesiapannya tersebut yang tertera dalam surat Direksi PT Terminal Teluk Lamong  nomor  : TR.0101/51/TTL/I-2015 tanggal 28 Januari 2015 perihal Pemberitahuan Operasional Terminal Teluk Lamong.

Kesiapan TTL untuk menangani petikemas internasional tersebut telah dikomunikasikan kepada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Kantor Syahbandar Kelas Utama Tanjung Perak, Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Perak, Kantor BKIPM Perikanan Kelas II Tanjung Perak, dan juga Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya.

Persiapan yang sudah mulai dijalankan ialah dengan memastikan sistemnya sudah terintegrasi dengan baik di sistem operasi ASC (Automated Stacking Crane), karena masing-masing ada programnya sendiri. Lalu persiapan untuk alat juga sudah diujicobakan oleh Kone Crane dan hasilnya berjalan baik. Demikian langkah persiapan TTL seperti dikatakan oleh Direktur Operasional dan Teknik Teluk Lamong Agung Kresno Sarwono di kantor TTL.

“Untuk full system operation, seluruh gate harus beroperasi dengan baik. Kami sudah berkoordinasi intens dengan pihak terkait seperti kontraktor, vendor, dan bahkan pada Februari ini perwakilan dari Kone Crane untuk mengintegrasikan sistem operasi crane dari Kone dengan TOS (Terminal Operating System) di TTL,” jelas Agung kemudian.

 Menurut data TTL, sejak mulai beroperasi komersial pada 12 November 2014 hingga bulan Januari 2015, terminal berkonsep hijau pertama di Indonesia tersebut sudah melayani 19 kali bongkar muat kapal. Berbagai agen pelayaran yang tercatat telah mempercayakan bisnisnya di terminal tersebut di antaranya yaitu Freeport, Termpuran Mas, Mentari Sejati Perkasa, Pulau Laut, Tantokarya Utama dan juga MAE. Dengan total jumlah bongkar petikemas sebesar 2.217 TEUs dan total jumlah muat petikemas hingga 2.209 TEUs.

Setelah beroperasi melayani bongkar muat petikemas internasional, agen pelayaran besar yang direncanakan akan datang bekerjasama ialah Evergreen (sekitar 800 TEUs) dan Samudera Indonesia (sekitar 1.000 TEUs).

Pada awal Januari lalu, TTL menjadi terminal petikemas pertama di dunia yang mengimplementasikan sistem otomatis bongkar muat petikemas yang disebut dengan docking system. Pencapaian ini merupakan kerjasama antara Pelindo III dan Gaussin Manugistique, perusahaan teknik handling dan logistik dari Prancis. Penggunaan docking system untuk bongkar muat petikemas membutuhkan biaya yang lebih efisien daripada menggunakan straddle carrier (SC). Perbandingannya, satu blok docking system yang memuat hingga enam jalur (dua belas pilar) membutuhkan biaya pembangunan sejumlah 100 ribu US Dollar, jauh lebih murah daripada biaya pembellian SC yang mencapai 3 juta US Dollar per unit.

Pelindo III melalui TTL juga telah sepakat bersama Gaussin membentuk perusahaan joint venture untuk memasarkan docking system di kawasan Asia Tenggara. Terminal Teluk Lamong di Surabaya akan menjadi etalase bagi pengimplementasian teknologi otomatis tersebut.
TTL yang beroperasi sebagai terminal semi-otomatis pertama di Indonesia ternyata tidak hanya mengunakan teknologi mutakhir di alat produksi dan bongkar-muatnya saja, tetapi juga belum lama ini TTL menerapkan System Application and Data (SAP) pada sistem administrasinya. Dengan sistem kerja modern tersebut ialah untuk menambah efisiensi dan efektivitas proses bisnis di Terminal Teluk Lamong dengan melakukan otomatisasi pada sistem administrasi, keuangan dan SDM.

“Per 1 Maret 2015, diharapkan satu blok dapat beroperasi dengan baik dalam full running system. Kemudian akan ditingkatkan ke blok-blok berikutnya dalam beberapa bulan ke depan,” ungkap Agung. [rea/but]

Tag : teluk lamong

Komentar

?>