Senin, 20 Nopember 2017

Cerita Isrina Yang Berbisnis Ikan Lempuk Sejak Puluhan Tahun

Jum'at, 03 Oktober 2014 22:25:00 WIB
Reporter : Shohibul Hujjah
Cerita Isrina Yang Berbisnis Ikan Lempuk Sejak Puluhan Tahun

Pasuruan (beritajatim.com) – Sudah sepuluh tahun yang lalu, Isrina Khasanah (39), warga Grati Kabupaten Pasuruan mempopulerkan ikan lempuk yang menyerupai ikan teri dengan panjang sekitar 2-3 cm. Dan kini atas usahanya, ikan lempuk tersebut dijadikan salah satu oleh-oleh khas Kabupaten Pasuruan.

Ditemui beritajatim.com di rumahnya yang berada di Jalan Pahlawan Ranuklindungan Grati, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Perempuan berjilbab ini bercerita tentang awal mula ia merintis usahanya tersebut.

Ia menceritakan, bahwa konon ikan yang hidup di air tawar ini hanya bisa ditemukan di ranu (danau) Grati, Kabupaten Pasuruan. Namun, sayangnya waktu itu dirinya melihat ikan Lempuk yang dipasarkan di Pasar Grati itu masih belum diolah dengan maksimal.

“Berawal dari situlah kemudian saya punya keinginan untuk melakukan eksperimen agar bisa mengembangkan ikan lempuk itu menjadi salah satu produk oleh-oleh Kabupaten Pasuruan,” ucap perempuan berkacamata ini.

Dengan ketelatenan, ia pun akhirnya mencoba melakukan eksperimen kecil-kecilan. Agar lempuk bisa diolah menjadi kering, higienis, dan bisa tahan lama. Pasalnya, lempuk kering yang biasa dijual di pasar, hanya mampu bertahan seminggu.Selain itu, lempuk kering yang dijual di pasar kurang bersih.

"Kalau biasanya yang dijual di pasar itu cuma tahan seminggu karena dikeringkan dengan cara dijemur. Sehingga dari situlah saya mencoba keringkan dengan oven, eh ternyata bisa tahan sampai satu tahun," ucapnya.

Lebih lanjut, perempuan yang pernah mendapat Juara Ketiga Kategori Usaha Pemula Kelompok Makanan dan Minuman, Sampoerna Award 2013 ini mengatakan, kalau dari sepuluh penjual ikan lempuk yang dulunya masih ada di daerahnya tersebut. Saat ini hanya tinggal satu orang.

"Waktu itu ada sepuluh orang yang saya bina untuk melakukan pengolahan ikan lempuk. Akan tetapi, kini tinggal satu orang yang masih konsisten bertahan sampai sekarang," kata Isrina.

Ditangannyalah, ikan lempuk mentah diolah menjadi beragam jenis oleh-oleh, diantaranya yaitu; lempuk krispy, dan rambak lempuk. Untuk lempuk Crispy ia jual dengan harga Rp140.000 /1kg, sedangkan Rambak Lempuk Rp 45.000 /1kg, dan untuk Lempuk Kering per kota yang berisi 20 lembar (keping) dijual Rp 27.000.

Ia menambahkan, bahwa dalam sehari ia bisa menjual lempuk krisppy hasil olahannya itu sebanyak 2 kg. Sedangkan rambak atau kerupuk lempuk dalam sehari bisa laku 5-6 kg, selain itu untuk lempuk kering dirinya dapat menjual 100 bungkus untuk perbulan. [oci/kun]

Tag : ikan lempuk

Berita Terkait

    Komentar

    ?>