Jum'at, 21 Juli 2017

Teluk Lamong Terhalang Izin Operasional?

Jum'at, 05 September 2014 19:27:27 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Teluk Lamong Terhalang Izin Operasional?

Surabaya (beritajatim.com) - Terminal Teluk Lamong Tahap I saat ini hampir selesai. Namun sayangnya, target  beroperasi Oktober 2014 ini agak tersendat.

PT Pelindo III hingga kini belum mendapatkan izin operasional dari Kementrian Perhubungan. Menurut Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Djarwo Surjanto, pihaknya sudah mengirimkan semua persyaratan maupun dokumen yabg dibutuhkan.

"Namun tampaknya Kementrian Perhubungan sangat berhati-hati dalam menilai kesiapan kami. Terutama dari jaminan safety pekerjaan maupun layanannya," ucap Djarwo, usai acara video conference dengan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, di Terminal Teluk Lamong, Jumat (5/9/2014).

Ketika ditanya apakah lambannya keluarnya izin ini membuat proyek MP3EI ini akan tertunda operasionalnya, Djarwo mengaku pihaknya masih optimis bisa beroperasi tepat waktu.

"Saat ini hampir semua pekerjaan sudah tuntas, tinggal finishing saja. Jika nanti izin keluar maka kami bisa langsung beroperasi," katanya.

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sengaja membangun Terminal Teluk Lamong mengingat traffic di Pelabuhan Tanjung Perak sudah mengalami kelebihan kapasitas (over capacity).

"Bayangkan saja, untuk arus petikemas, kapasitas di Pelabuhan Tanjung Perak sekitar 2,1 juta TEU’s, padahal tahun 2013lalu arus petikemas sudah mencapai 2,9 juta TEU’s. Diprediksi pada tahun 2014 mendatang, arus petikemas akan mencapai lebih dari 3,2 juta TEU’s.  Hal serupa juga terjadi pada komoditas curah kering, dimana kapasitas terpasang saat ini sekitar 6,7 juta ton dan diprediksi pada tahun 2014 mendatang arus curah kering mencapai 7,7 juta ton," beber Djarwo.

Demi mengantisipasi kelebihan kapasitas tersebut, pada tahun 2010 lalu PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mulai membangun fasilitas baru yang disebut dengan Terminal Teluk Lamong. Pada tahap pertama, terminal tersebut akan mulai beroperasi pada awal tahun 2014 mendatang dengan fungsi pelayanan petikemas dan curah kering.  Kapasitas yang tersedia yakni 1,6 juta TEU’s untuk petikemas dan 10,3 juta ton untuk curah kering. Invetasi yang dikeluarkan oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) untuk pembangunan Terminal Teluk Lamong tahap pertama mencapai Rp3,4 triliun yang berasan dari kas internal perusahaan dan pinjaman perbankan.

"Proyek penambahan kapasitas Pelabuhan Tanjung Perak itu juga didesain sebagai terminal yang modern dan ramah lingkungan.  Alat bongkar muat misalnya, terminal tersebut akan dilengkapi dengan Ship to Shore Crane (STS), Automated Stacking Crane (ASC), Combined Terminal Trailer (CTT) dan Straddle Carriers (SC). Alat-alat itu akan digerakkan dengan tenaga listrik, kecuali CTT dan SC yang masih menggunakan mesin diesel namun dengan standar emisi EURO 4 yang ramah lingkungan," terangnya.

Terminal Teluk Lamong tahap I yang telah diselesaikan tahun 2014 ini memiliki luas area mencapai 38,86 hektere.  Namun demikian pembangunan akan terus berlanjut hingga pada tahap akhir yang nantinya akan memiliki luas sekitar 386 hektare dengan kapasitas petikemas mencapai sedikitnya 5,5 juta Teus dan 20 juta ton untuk jenis barang curah kering.

Terminal Teluk Lamong pada tahap awal (2014) akan membutuhkan listrik sekitar 16 MW, tahun 2016 30 MW, dan ditahun 2018-2020 sekitar 100 MW. Sebagian kebutuhan itu akan dipasok oleh PLN, sedangkan sisanya, Terminal Teluk Lamong akan menggunakan pasokan listirk dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang akan dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dan PT Rekayasa Industri (Persero). Invetasi untuk proyek pembangunan PLTG ini sekitar Rp1 triliun. [rea/but]

Tag : pelindo

Komentar

?>