Ekbis

Varietas Tebu Temuan Guru Besar Unej Bikin Orang Afrika Terpesona

Jember (beritajatim.com) – Varietas tebu tahan kering NXI-4T karya Bambang Sugiharto, peneliti senior sekaligus ketua Center for Development of Advance Science and Technology (CDAST) Universitas Jember, ternyata cocok untuk ditanam di Afrika.

Hal ini dikemukakan Nickholas Grantham, ilmuwan senior dari Illovo Sugar Africa, produsen gula terbesar di benua Afrika yang berpusat di Afrika Selatan.

Menurut Grantham, tebu tahan kering karya Bambang terbukti dapat tumbuh subur di lahan kering. Ini cocok ditanam di perkebunan tebu yang dikelola oleh Illovo Sugar Africa yang umumnya adalah lahan kering.

Grantham mengenal nama Bambang dan karyanya dari internet. “Saya penasaran dan memutuskan mengunjungi Jember. Kebetulan sebelumnya saya memberikan materi seminar terkait gula di Vietnam,” katanya, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Unej di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (22/6/2019).

Grantham datang dan mengunjungi beberapa kota lokasi penanaman tebu tahan kering NXI-4T di Jawa Timur pada 17 – 21 Juni 2019. Ia terpukau dengan tebu varietas tahan kering yang ditanam oleh PTPN XI di lahan milik Pabrik Gula Soedhono di Ngawi.

Tebu varietas NXI-4T di sana memiliki tinggi hingga tiga meter. “Sementara di kebun kami rata-rata hanya dua meter saja,” kata Grantham.

Tak hanya itu. “Diameternya tebunya lebih besar. Padahal kondisi tanahnya sama-sama tergolong tanah kering,” kata Grantham.

Illovo Sugar Africa adalah produsen gula terbesar di Afrika yang sudah berdiri semenjak tahun 1891. Selain memiliki perkebunan tebu di Afrika Selatan, Illovo Sugar Africa memiliki perkebunan tebu di lima negara seperti Mozambik, Malawi, Eswatini, Tanzania, dan Zambia.

Selain memproduksi gula sebagai produk utama, Illovo Sugar Africa menghasilkan produk turunan dari gula seperti ethanol yang memasok kebutuhan di benua Afrika. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar