Ekbis

Transformasi Jasa Raharja Menjawab Tantangan Masa Depan

Surabaya – Budi Rahardjo S, selaku Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) menyampaikan bahwa Jasa Raharja adalah Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang menjalankan amanah Undang-Undang yaitu Undang-Undang No 33 dan Undang-Undang No34.

Undang-Undang No 33 mengatur Tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang sedangkan Undang_Undang No 34 adalah Dana Pertanggungan Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Tugas pokok Jasa Raharja adalah menyerahkan Santunan Kecelakaan Bagi Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Darat, Laut dan Udara sebagaimana yang diatur pada Undang-Undang tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa biaya pengobatan bagi korban kecelakaan lalu lintas yang dirawat di Rumah Sakit atau Fasilitas Kesehatan lainnya relative cukup besar dan kebutuhan perekonomian bagi keluarga yang ditinggalkan oleh kepala keluarga bila meninggal dunia akibat kecelakaan juga tinggi.

Merespon beberapa hal ini maka Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan R.I menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan RI No.15/PMK.010/2017 tanggal 13 Februari 2017 tentang Besaran Santunan Kecelakaan Penumpang Umum dan Nomor 16/PMK.010/2017 tanggal 13 Februari 2017 tentang Besaran Santunan Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Nilai santunan naik 100% dari sebelumnya dimana Santunan bagi korban yang mengalami luka-luka sebesar max Rp 20 juta dan Santuanan korban meninggal dunia sebesar Rp 50juta.

Budi juga menyampaikan pada Peraturan Menteri Keuangan ini juda diatur manfaat tambahan bagi korban yaitu Biaya Pertolongan Pertama Saat Kecelakaan dan Biaya Ambulance dari tempat kejadian kecelakaan menuju fasilitas kesehatan awal/yang terdekat dari tempat kejadian kecelakaan. Peraturan Menteri Keuangan R.I ini berlaku mulai tanggal 1 Juni 2017.

Dalam melayani korban atau keluarga korban, Jasa Raharja selalu PRIME (Proaktif, Ramah, Iklas, Mudah dan Empati). Slogan jemput bola yang dilakukan oleh insan Jasa Raharja untuk mendatangi rumah korban, Rumah Sakit salah satu program Jasa Raharja untuk selalu memudahkan dalam penyelesaian santunan.

“Korban dan Keluarga korban sedapat mungkin tidak datang ke Kantor-Kantor Jasa Raharja. Menjadi penilaian kinerja bagi insan Jasa Raharja bila masih terdapat banyak korban/keluarga korban yang datang ke kantor Jasa Raharja untuk mengurus santunan,” tegas Budi.

Budi juga menyampaikan terima kasih atas sinergi yang selalu baik antara POLRI dan BPJS bahwa di era transformasi yang serba digital saat ini Jasa Raharja bersama dengan POLRI dan BPJS telah memiliki system Santunan Online dimana secara system masing-masing instansi dapat mengetahui terjadinya suatu kecelakaan lalu lintas darat, dapat mengetahui dimana korban dirawat secara riil time. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada masyarakat, para media dan semua intansi yang selalu mendukung sehingga penyelesaian santunan bisa diserahkan kepada korban/keluarga diluar dari hari/jam kerja.

Sepanjang tahun 2017 Jasa Raharja telah memberikan santunan sebesar Rp. 1.98 T dan pada tahun 2018 sebesar Rp.2.56 T, terdapat kenaikan aktifitas 29,26% dikarenakan adanya kenaikan santunan per 1 Juni 2017. Tahun 2017 penyelesaian santunan rata-rata diselesaikan dalam 32 menit sedangkan tahun 2018 bisa diselesaikan selama 26 menit.

Menghadapi tantangan kedepan, Jasa Raharja juga telah melakukan inovasi-inovasi digital antara lain:

Aplikasi My Jasa Raharja
Tata Persuratan Digital (SIAP Mobile)
E-Procurement
Transaksi pembayaran Iuran Wajib melalui virtual account
SAMSAT Online Nasional
Human Resource Information System
Artificial Intelegence Chatbot
Dll nya

Budi juga menyampaikan salah satu peran serta Jasa Raharja untuk mencegah fatalitas kecelakaan disaat Hari Lebaran maka Jasa Raharja kembali menyelenggarakan Program Mudik Gratis Tahun ini terdapat penambahan jumlah kuota pemudik menjadi sebanyak 250.000an pemudik dengan berbagai moda dan kota tujuan. Dengan Program Mudik Gratis ini juga Jasa Raharja secara langsung membantu perekonomian di kampung halaman, dimana ongkos/biaya mudik pulang kampung yang telah disiapkan pemudik dapat dipergunakan dipergunakan di kampung halaman sehingga berdampak menggairahkan perekonomian di daerah tujuan.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar