Ekbis

Tips Sukses Bisnis dari Para CEO Muda Indonesia

Malang (beritajatim.com) – Para CEO Muda Indonesia berpendapat bahwa kreativitas dan agilitas menjadi kunci utama bagi generasi muda untuk sukses berwirausaha di era milenial. Dalam Talkshow The First Brawijaya Youth Economic Forum, Kamis (24/1/2018) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya mereka mengatakan kreativitas bisa memunculkan sebuah inovasi yang dibutuhkan oleh pasar.

CEO Hellomotion.com Wahyu Aditya mengatakan kreativitas bisa datang dari mana saja dan dari latar belakang pendidikan apapun. Menurutnya, kampus menjadi laboratorium awal dalam mengembangkan setiap potensi yang dimiliki.

“Seorang animator tidak hanya berasal jurusan pendidikan animasi. Bisa saja dari teknik sipil. Saya mempunyai teman yang berlatar belakang teknik sipil tapi dia bisa mengembangkan karakter animasi dan mempunyai penghasilan dari endorsment instgram. Karakter animasinya yang ada di instagram saat ini mempunyai folower lebih dari 30.000,” kata Wahyu.

Senada dengan Wahyu, CEO Amrtha.com Aria Widyanto menambahkan selain kreatifitas, agilitas menjadi hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang terutama mahasiswa. Dia mencontohkan salah satu bentuk agiltas di era milenial adalah bisa melihat peluang dari perubahan perilaku customer dalam melakukan pembayaran.

“Jika di jaman dulu sistem pembayaran dilakukan dengan tunai. Saat ini sudah mulai marak dilakukan lewat pembayaran digital. Contohnya melalui OVO, Go-Pay, atau T-Cash. Perilaku konsumen tersebut perlu ditangkap terutama dalam menciptakan sebuah inovasi yang berhubungan dalam sistem pembayaran digital,” ujar Aria.

Aria menambahkan spirit kolaborasi menjadi kunci penting dalam menciptakan sebuah inovasi. Ia berharap kedepan tidak akan ada lagi pengkotak-kotakan latar belakang pendidikan.

“Namun justru dengan berkolaborasi, latar belakang jurusan yang berbeda bisa menciptakan sebuah inovasi. Karena pada dasarnya inovasi bisa saja muncul dari kombinasi jurusan komunikasi dan teknik. Kampus menjadi tempat awal munculnya komunikasi,” paparnya.

The 1st Brawijaya Youth Economic Forum 2019(BYEF) diikuti oleh mahasiswa dan dosen se-Asia Pasifik, antaralain Belanda, New Zealand, Rusia, India, Korea, dan Malaysia. Brawijaya Youth Economic Forum ini dilaksanakan selama dua hari.

Pada hari pertama ada CEOlutions, yang mengundang para CEO-CEO muda yang diharapkan nantinya mampu menginspirasi mahasiswa terutama untuk menghadapi pasar kerja industrial. Rangkaian acara konferensi selanjutnya yaitu penyampaian presentasi paper dari 50 mahasiswa dari berbagai negara di Asia Pasifik diantaranya Indonesia,Malaysia, India, dan Korea.

Pada hari ke 2 diisi dengan sesi Networking Culture Exchange yaitu study banding ke kampung tematik Malang seperti Jodipan, Polowijen dan sebagainya. Pada sesi tersebut mahasiswa bisa saling memahami dan bertukar pendapat. Networking antar peserta berguna untuk mahasiswa Universitas Brawijaya dapat memiliki wawasan yang lebih luas.

“Event yang baru pertama kali diadakan di Universitas Brawijaya, kita harapkan akan menjadi event tahunan di UB. Kegiatan yang melibatkan kemahasiswaan sudah tidak pada level nasional tapi kita angkat pada level internasional,” kata Dr. Muh Khusaini, SE., M.Si. MA.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S mengatakan di jaman milenial seperti saat ini pemuda harus mempunyai kreativitas. Kreativitas yang dimiliki tersebut akan berguna untuk pembangunan ekonomi.

“Jika mau jadi pemimpin pemuda harus mempunyai kreatifitas di bidang bisnis,” ucapnya.

Sasmito mencontohkan seorang pemuda yang mampu menjual makanan tanpa mempunya restoran, maupun pemuda yang mampu menjadi pengantar meskipun tidak mempunyai taxi merupakan salah satu bentuk kreatifitas generasi milenial.

Selain Wahyu Aditya dan Aria Widyantodari, talkshow juga diisi oleh beberapa pemateri seperti Creative and Inovation Director Kilala Tilaarserta Director. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar