Ekbis

Tahun 2018, Klaim Jasa Raharja Kediri Capai Rp 44 Miliar

Kediri (beritajatim.com) – Klaim pembayaran untuk korban kecelakaan mulai dari luka ringan, luka berat, cacat tetap hingga meninggal dunia dalam cukupan Jasaraharja Kediri sebesar Rp 44,4 miliar pada akhir tahun 2018. Kebanyakan kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah roda dua dan rata-rata akibat human error.

Jumlah sebesar Rp 44,4 miliar tersebut merupakan klaim dari tujuh daerah, masing-masing Kota Kediri, Kebupataten Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Nganjuk, Tulungagung dan Trenggalek. Bila dibanding dengan tahun lalu, jumlah klaim mengalami penurunan. Mengingat pada hitungan akhir tahun 2017 total klaim sebanyak Rp 44,6 miliar.

Kepala Jasaraharja kediri, Kurnia Indrawan mengatakan, kecelakaan yang terjadi kebanyakan adalah karena human error. “Wilayah ini termasuk di Jawa kondisi infra struktur sudah termasuk bagus bila dibanding pulau lain. Untuk itu pihaknya menekankan agar para pengguna jalan berhati-hati dan mengatur kecepatan laju kendaraannya,” kata Kurnia Indrawan, Kamis (10/1/2019).

Ddiakuinya, untuk menurunkan tingkat fatalitas, pihaknya terus giat melakukan sosialisasi ke lapangan. Untuk diketahui, jika diperinci jumlah klaim kecelakaan lalu lintas untuk korban meninggal dunia sebesar Rp 23,5 miliar, luka-luka Rp 20,8 miliar, cacat tetap Rp 32 juta, penguburan Rp 72 juta.

Sesuai aturan baru, besaran santunan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 tahun 2017 yaitu santunan meninggal dunia untuk ahli waris sebesar Rp 50 juta dari yang sebelumnya hanya Rp 25 juta dan santunan cacat tetap Rp 50 juta.

Ada juga biaya perawatan luka-luka dengan pembiayaan maksimal Rp 20 juta, santunan penggantian biaya P3K, maksimal Rp 1 juta dan penggantian biaya ambulans Rp 500 ribu, serta biaya penguburan dari Rp 2 juta, naik menjadi Rp 4 juta. (nng/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar