Ekbis

Survei Denny JA Jadi Senjata Andalan Bupati Banyuwangi

Jember (beritajatim.com) – Bupati Abdullah Azwar Anas mengandalkan survei berkala untuk mengetahui keinginan dan persepsi masyarakat Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terhadap pelayanan publik dan pembangunan daerah.

“Kami anggarkan survei oleh LSI (Lingkaran Survei Indonesia) Denny JA setiap enam bulan sekali. Tidak main-main,” kata Anas, saat forum grup diskusi pariwisata yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Jember, di Kantor BI Bali, Denpasar, Jumat (20/9/2019).

Survei ini bertujuan mengukur tingkat kepuasan rakyat terhadap kebijakan Pemkab Banyuwangi. Hasil survei ini menjadi salah satu dasar Anas untuk meyakinkan DPRD Banyuwangi dan membuat kebijakan.

Salah satunya adalah soal Banyuwangi Festival. “Sampai tahun keempat DPRD tidak setuju. Tapi saya tidak bermusuhan dengan DPRD. Saya kasih ‘ini lho data riset saya’. DPRD saya kasih tahu ternyata 80 persen orang setuju dengan Banyuwangi Festival,” kata Anas.

Anas juga menyurvei pelayanan kesehatan untuk mengidentifikasi persoalan. “Dari survei diketahui (antara lain) orang kecewa karena antrean obat terlalu panjang, dokter datang telat ke puskesmas,” katanya.

“Waktu kami pendek. Waktu saya jadi bupati pendek. Harapan orang tinggi. Yang mengkritik terlalu banyak dibandingkan yang memuji. Maka kritikan hanya bisa kita jawab dengan kinerja, dan untuk mewujudkan kinerja tak ada petunjuk lain selain survei,” kata pria yang akan mengakhiri masa jabatan keduanya sebagai bupati tahun depan ini.

“Saya survei ternyata orang Banyuwangi suka budaya. Saya bikin festival. Saya butuh alat konsolidasi dengan rakyat. Maka festival saya jadikan alat konsolidasi,” kata Anas. (Wir/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar