Ekbis

SPBU di Bojonegoro Cari Skema Jalur Premium agar Tepat Sasaran

Bojonegoro (beritajatim.com) – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kelurahan Jetak, Kabupaten Bojonegoro mencari skema agar jalur premium hanya bisa diakses oleh pemilik kendaraan bermotor roda dua.

Mengingat Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium ini peruntukannya bagi masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah. Namun demikian, masih banyak pemilik kendaraan mewah yang mengisi BBM menggunakan premium.

Menurut Pengawas SPBU Jetak Eko Teguh Budi Santoso, meskipun pembatasan pembelian BBM jenis premium tidak ada, namun seharusnya pemilik kendaraan mewah yang merasa tingkat ekonominya menengah ke atas bisa membeli BBM jenis yang lain.

“Tapi ya masih ada saja pemilik kendaraan pribadi mewah yang mengisi BBM jenis premium, hanya sanksi moral saja apa tidak malu membeli premium,” katanya, Senin (11/2/2019).

Padahal, lanjut pria yang akrab disapa Yoyok, nozzle untuk pengisian BBM jenis premium tempatnya sudah diletakkan di jalur sepeda motor. Penempatan nozle di jalur sepeda motor itu diharapkan agar pemilik kendaraan roda empat tidak mengisi BBM jenis premium.

“Adanya BBM jenis premium juga mengurangi penjualan jumlah BBM jenis yang lain. Namun, kita hanya menyediakan satu nozzle untuk BBM jenis premium,” terangnya.

Perhari, lanjut Eko Wahyudiono, stok yang ada di SPBU Jetak kurang lebih 8 ton, sedangkan jumlah konsumen antara 4 sapai 5 ton. Sedangkan untuk jenis Pertalite, mengalami penurunan penjualan antara 25 sampai 30 persen setelah adanya premium.

“Jenis pertalite ini perhari sebelumnya bisa sampai 12 ton, sejak adanya premium tinggal 8 ton. Pertamax sendiri penjualannya juga berkurang,” terangnya.

Selain itu, perilaku konsumen saat melakukan pengisian BBM ini banyak yang tidak mau mematikan kendaraan bermotor. Sehingga, pihaknya mengimbau kepada para petugas pengisi BBM untuk tidak melayani konsumen yang bisa membahayakan tersebut.

“Namun sebelumnya harus diingatkan dengan baik dulu, kalau tetap tidak mau mematikan mesin maka tidak perlu dilayani,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, harga beberapa jenis BBM mengalami penurunan. Harga Premium di Jawa, Madura, dan Bali turun menjadi Rp6.450 per liter dari sebelumnya Rp6.550. Pertamax Turbo dari Rp12.000 menjadi Rp11.200 per liter. Harga Pertamax dari Rp10.200 menjadi Rp9.850 per liter

Harga Dexlite dari Rp10.300 menjadi Rp10.200 per liter dan Dex disesuaikan dari Rp11.750 menjadi Rp11.700 per liter. Sedang harga Pertalite tetap Rp 7.650 per liter. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar