Ekbis

Uji Coba Jaringan

Sinyal Smartfren Kokoh di Kawasan Gunung Bromo

Rombongan tim uji coba jaringan Smartfren 4G LTE, Jumat (24/10/2019), di savana Gunung Bromo. [Foto/Yusuf Wibisono]

Pasuruan (beritajatim.com) – Musim kemarau berkepanjangan membuat padang rumput (savana) Gunung Bromo yang biasanya hijau membentang berubah menjadi kering kerontang. Hamparan padang rumput itu nampak serasi karena dikelilingi perbukitan dan tebing-tebing kokoh. Namun lagi-lagi, pepohonan di bukit tersebut juga terlihat meranggas dihajar panas.

Hari mulai beranjak siang. Langit biru sedang memayungi kawasan Bromo, Jumat (25/10/2019). Lima jeep yang ditumpangi rombongan uji coba jaringan dari Smarfren membelah lautan pasir. Suaranya menderu-deru. Bekas lintasan roda membuat debu-debu beterbangan, saling berkejaran. Kendaraan tersebut kemudian menepi mendekati savana. Semua penumpangnya turun. Mereka berkumpul di tengah padang rumput yang mengering itu.

Di tengah padang rumput, rombongan disambut aneka makanan ringan. Gelas-gelas berisi kopi sudah berderet rapi. Air mineral dalam kemasan botol tertata sedemikian rupa di atas meja. Juga aroma kuah bakso cukup menggugah selera. Semuanya menunggu untuk disantap.

Rombongan tim uji coba jaringan disambut aneka makanan di tengah savana

Salah satu rombongan, Munir Syahda Prabowo, asyik memainkan smartphone miliknya. Jari-jarinya lincah menggeser-geser layar telepun pintar. Sejurus kemudian video seorang penyanyi campursari asal Solo Jawa Tengah muncul di layar tersebut. Lagu bertema patah hati mengalun syahdu. “Ini lihat videonya sang-sangat lancar. Karena jaringan Smartfren 4G-LTE di kawasan (Gunung) Bromo sangat bagus,” kata Munir memamerkan gambar video di smartphone kepada beberapa wartawan di sampingya.

Munir adalah salah satu petinggi di PT Smartfren Telecom Tbk. Dia menjabat sebagai VP Technology Relations and Special Project Smartfren. Uji coba jaringan adalah salah satu yang menjadi tanggung jawabnya. Kedatangan Munir beserta rombongan ke kawasan Gunung Bromo juga dalam rangka itu.

Hasil uji coba, sinyal smartfren 4G LTE sangat kokoh di Bromo dan sekitarnya. Tentu saja, hal itu bisa dimanfaatkan para pengunjung untuk mengunggah foto-foto serta video keindahan Gunung Bromo di media sosial. “Hasil uji coba tadi, kecepatan internet menggunakan Smartfren 4G LTE mencapai 11 Mbps (Mega Bits Per Second). Ini sangat bagus,” ujar Munir.

Padahal, lanjut Munir, dengan kecepatan internet 4 Mbps, sudah layak digunakan untuk mengakses video. Namun jaringan Smartfren justru melesat di atas angka tersebut. “Ini juga sebagai bentuk dukungan kami terhadap destinasi wisata Gunung Bromo yang memang sudah mendunia,” sambungnya.

Wahyudiono yang berada di samping Munir menambahkan, kuatnya sinyal Smartfren di kawasan Bromo karena ditopang adanya dua tower BTS (Base Transceiver Sation). BTS pertama berada di Penanjakan, sedangkan satu lagi ada di Ngadisari. Dua tower tersebut dibangun pada 2017.

Pria kelahiran Lumajang ini kemudian membeber kekuatan jaringan Smartfren yang bukan hanya di Bromo. Tapi sepanjang Surabaya hingga Pasuruan. Itu dibuktikan dari uji coba jaringan yang dilakukan rombongan Smartfren. Uji coba tersebut juga mengajak wartawan dari berbagai media. Mereka berangkat dari Surabaya pada Kamis (24/10/2019) sore. Rombongan bergerak menuju kawasan Bromo melewati jalan tol.

Saat matahari mulai tergelincir ke arah barat, rombongan sampai di lokasi menginap, yakni Hotel Plataran Bromo. “Nah, sepanjang perjalanan dari Surabaya ke Pasuruan, sinyal Smarfren terpantau sangat kuat. Hanya ada beberapa titik yang muncul warna merah atau tidak ada jaringan Smartfren, yakni di kawasan Nguling. Selebihnya penuh,” kata pria yang di PT Smartfren Telecom Tbk. menjabat sebagai Head of Maintenance Center East Java, Bali, Nusra, ini.

Disinggung soal target ke depan, pria kelahiran Lumajang ini mengatakan bahwa pada 2020, Smartfren berencana menambah 600 titik BTS di Nusa Tenggara Timur, termasuk Pulau Terluar, seperti Sumbawa, Labuan Bajo, Flores, Solor, hingga Komodo.

Rombongan uji coba jaringan turun dari jeep usai melintasi lautan pasir Gunung Bromo

“Bahkan, pada 2020 kami juga berencana menjajal Palapa Ring Timur demi menggenjot jaringan di wilayah Indonesia bagian Timur. Perangkat di sana sudah siap. Namun perluasan tersebut kita mulai 2020,” kata Wahyudiono.

Uji jaringan yang dikemas dalam Media Experience East Java itu juga dihadiri Region Head South East Java Smartfren Muhammad Cahyadi, serta Roberto Saputra, Chief Brand Officer Smartfren. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar