Ekbis

Sempat Turun, Harga Daging Ayam di Pasar Mojokerto Kini Rp34 ribu/kg

Mojokerto (beritajatim.com) – Harga daging ayam sempat turun di harga Rp21 ribu sampai Rp22 ribu per kg, namun sejak seminggu terakhir harga daging ayam di Kota Mojokerto mengalami kenaikan. Harga daging ayam di Pasar Tanjung Anyar saat ini Rp33 ribu sampai Rp34 ribu per kg.

Salah satu pedagang daging ayam, Jumadi (43) mengatakan, harga daging ayam dua minggu lalu turun Rp21 ribu sampai Rp22 ribu kg. “Tapi sekarang Rp33 ribu sampai 34 ribu per kg. Dengan harga segini, banyak pembeli yang keberatan,” ungkapnya, Kamis (4/7/2019).

Masih kata Jumadi, dengan naiknya harga daging ayam jumlah pembeli mengalami penurunan dibanding saat harga daging ayam turun. Pasalnya, daging ayam cukup diminati masyarakat Kota Mojokerto sehingga saat harga turun penjualan daging ayam meningkat.

“Ya 5 hari ini, baiknya sampai Rp12 ribu. Tiap hari naik, mulai Rp1 ribu, Rp2 ribu sampai Rp3 ribu. Kalau pedagang ya pasrah mengikuti harga, pas turun kemarin saya dapat borongan 20 kg dengan harga Rp20 ribu per kg saya kasih,” jelasnya.

Dalam sehari ia bisa menjual 60 sampai 70 kg. Namun menurutnya, harga daging ayam stabil di harga Rp30 ribu. Hal tersebut diakui pedagang daging ayam lainnya, Mujiono (42). “Harga daging ayam tidak stabil, kemarin turun, sekarang naik. Stabil ya Rp30 ribu per kg,” ujarnya.

Harga daging ayam mengalami kenaikan lima hari lalu, setelah Hari Raya Idul Fitri harga ayam justru turun di harga Rp23 ribu sampai Rp24 ribu per kg. Kenaikan hampir tiap hari sehingga berimbas dengan penjualan yang mengalami penurunan.

“Tidak stabil lagi. Sekarang Rp33 ribu sampai Rp34 ribu per kg, tiap hari naik Rp2 ribu. Kalau dari pedagang, ya berimbas ke penjualan yang menurun, data beli masyarakat jadi berkurang. Dalam sehari saya jual 60 kg, itu kotor,” tambahnya.

Pembeli daging ayam, Yusta (35) mengatakan, harga daging ayam sudah naik menjadi Rp33 ribu kg. “Kemarin masih Rp25 ribu. Saya beli dibuat makan sendiri, meskipun harga naik tetap beli karena anak-anak suka daging ayam,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan pembeli daging ayam asal Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. “Beli 1 kg dimasak sendiri karena kesukaan anak. Harga naik lagi, di mana-mana turun sekarang kok naik. Keberatan, kalau bisa turun harganya,” harapnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar