Ekbis

Semen Indonesia Siapkan Strategi Pemasaran Baru Setelah Holcim Bergabung

Surabaya (beritajatim.com) – Sukses menuntaskan proses akuisisi saham Lafarge Holcim, kini PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) harus berpacu dengan waktu untuk menentukan strategi produk dan pemasaran produk Holcim. Saat ini Semen Indonesia masih memiliki waktu hingga 1 tahun kedepan untuk memutuskan apakah akan tetap menggunakan merek Holcim untuk berbagai varian produk semen yang dihasilkan dari 4 pabrik Holcim yang sudah diakuisisi atau membuat merek dagang baru.

Proses akuisisi yang sudah tuntas pada 31 Januari 2019 ini tak menurunkan intensitas perhatian Semen Indonesia pada Lafarge Holcim yang sudah mereka miliki. Kini tugas beratnya ada melakukan riset pasar yang detail tentang produk Holcim yang sudah dikenal baik oleh pasar di Indonesia. Bahkan di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta, produk Holcim menjadi primadona.

“Saat ini kami sedang melakukan riset yang mendalam. Apakah nanti tetap akan menggunakan merek dagang Holcim dengan konsekuensi kami harus membayar royalti penggunaan nama Holcim atau sebaliknya. Tetapi dari Lafarge Holcim yang berpusat di Swiss, kami masih diberi waktu 1 tahun untuk teknis selanjutnya termasuk masalah merek dagang ini,” ujar Sigit Wahono, Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk.

Tak hanya harus menentukan merek dagang apa yang akan digunakan untuk produk Holcim kedepannya, Semen Indonesia juga harus mencari format baru untuk sistem dan jaringan pemasaran yang sudah dimiliki Semen Indonesia dan Holcim sebelumnya.

“Sebab ada beberapa distributor dan toko yang ekslusif, dimana mereka hanya menjual produk Semen Indonesia saja begitu juga sebaliknya,” beber Sigit.

Saat ini Semen Indonesia Group mencatatkan pertumbuhan penjualan 5,8 persen dibanding tahun 2017 lalu. Dengan volume mencapai 33,2 juta ton. Sementara tahun 2017 mencapai 31,3 juta ton. Dan tahun ini pula 15 juta ton kapasitas produksi 4 pabrik Holcim di Indonesia yang sudah diakuisisi akan menjadi penyumbang pertumbuhan Semen Indonesia kedepannya.

“Tentunya dengan masuknya Holcim akan membuat jaringan pemasaran kami menjadi lebih kuat lagi,” tandas Sigit.[rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar