Ekbis

Saham Menguat di Pekan Pertama 2020

Surabaya (beritajatim.com) – Selama sepekan, IHSG menguat 0.72% di level 6.329 rupiah. Hal ini menunjukkan penguatan dan ekspektasi perekonomian Indonesia yang akan membaik di tahun 2020 telah memberikan efek positif bagi IHSG selama sepekan lalu.

Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD 97.73 Juta selama sepekan (inflow YTD: USD  3.47 milyar). Pada minggu lalu, hanya tiga sektor yang mengalami pelemahan yaitu sektor perdagangan, properti dan industri dasar masing-masing sebesar -0.03%, -0.09%, dan -0.35%.

Tim PT Danareksa (Persero) menyebutkan pada 27 Desember 2019, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), SUN 10 tahun (FR0078), 15 tahun (FR0068) dan SUN 20 tahun (FR0079) ditutup turun ke level 6,40%, 7,09%, 7,56% dan 7,67%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 29), yield bergerak turun  ke level 2.88% dan yield US Treasury 10 tahun turun di 1.87% (dibandingkan dengan posisi per 20 Desember 2019 yaitu 2,89% dan 1.92%). Premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 67.72 bps. Rupiah ditutup menguat 0.27%  WoW pada level 13.952

Kepemilikan Asing tanggal 26 Desember Rp 1.064.84 atau sebesar 38.7% dari total outstanding-nya meningkat dibandingkan posisi tanggal 20 Desember Rp 1064.3 Tn atau sebesar 38.5% dari total outstanding-nya.

“Di tahun 2020 kami melihat situasi pasar modal cukup kondusif, hal ini didukung oleh kondisi global yang mendukung terutama dari meredanya tensi perang dagang AS-China serta kebijakan moneter yang akomodatif di AS dan Eropa. Kebijakan moneter Indonesia yang akomodatif juga akan lebih berdampak di tahun 2020, begitupun dengan adanya omnibus law akan mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut,” beber tim analis Danareksa.

Di luar negeri, Bank sentral China pun berencana untuk menetapkan suku bunga acuan yang baru atas pinjaman dengan suku bunga mengambang. Adanya acuan yang baru akan menekan biaya pinjaman dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara itu Bank Indonesia memprediksi inflasi di tahun 2019 akan menjadi terendah selama 5 tahun terakhir dan berpotensi untuk tumbuh di bahwa 3% yoy.(ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar