Ekbis, Pendidikan & Kesehatan

RSUD Dr Soetomo Segera Dirikan Yayasan Kembar Siam

Direktur RSUD dr Soetomo Joni, bersama Tim Kembar Siam dan Akila Azila

Surabaya (beritajatim.com) –¬† Tingginya prevalensi angka bayi kembar siam di Indonesia membuat RSUD Dr Soetomo Surabaya berinisiatif untuk mendirikan Yayasan Kembar Siam, mengingat RSUD Dr Soetomo Surabaya menjadi rumah sakit terbanyak yang menangani kasus kembar siam dari seluruh rumah di Indonesia.

Prevalensi angka kembar siam di Indonesia bahkan mencapai angka 1:50.000. Dr Agus Hariyanto SpA K mengatakan bahwa angka ini terbilang sangat tinggi.

“Kasus kembar siam sangat tinggi di Asia Tenggara, bahkan di Indonesia mencapai 1:50.000. Sedangkan di RSUD Dr Soetomo sudah menangani 100 kasus kembar siam,” ungkapnya.

Berdasarkan hal tersebut, Direktur RSUD Joni Wahyuhadi saat ini RSUD Dr Soetomo tengah berusaha untuk memasukkan penanganan dan perawatan kembar siam kedalam polis asuransi pemerintah. Biaya penanganan dan pengobatan kembar siam merupakan penanganan seumur hidup dan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Yayasan Kembar Siam ini nantinya ditujukan sebagai wadah untuk f
Memfasilitasi kebutuhan kembar Siam. RSUD dr Soetomo pun bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi untuk suksesi yayasan ini.

“Harapannya agar bisa memfasilitasi kebutuhan kembar siam, karena perawatan penanganan dan pengobatan kembar siam sangat besar, banyak aspek yang dibutuhkan tidak hanya biaya, tapi juga sosial, norma, budaya dan sebagainya,” ungkap direktur RSUD Dr Soetomo saat ditemui di acara syukuran pemulihan bayi Akila dan Azila.

Dari kasus Akila dan Azila, dapat menjadi contoh bahwa biaya penanganan dan perawatan kembar siam sangatlah tinggi. Meskipun Akila dan Azila mendapatkan banyak bantuan, tetapi biaya bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan.

Ada banyak aspek lainnya, salah satunya norma keseharian, Ayah Akila dan Azila selama ini tidak bisa bekerja dikarenakan Akila dan Azila membutuhkan perawatan yang sangat intens. Untuk itu kehidupan sosial dan aspek lainnya yang tidak menjadi tanggungjawab dokter juga harus diberikan wadah.

Oleh karenanya, yayasan juga memberikan wadah bagi para donatur dan relawan untuk berpartisipasi dalam penanganan kembar siam. “Kalau selama ini ada orang yang mau nyumbang juga susah, karena ndak ada wadahnya. Kalau ke rumah sakit nanti dikira dana apa, bisa ditangkap KPK nanti,” tambah Joni.

Perawatan kembar Siam adalah perawatan seumur hidup dengan demikian RSUD Dr Soetomo mengambil peran sebagai perintis Yayasan Kembar Siam.

“Notaris sudah diurus, tim juga sudah siap, kami sudah berdiskusi dan konsolidasi dengan Pemprov dan Kemenkes. Agar nantinya Yayasan ini resmi milik pemerintah sehingga pemerintah pusat bertanggungjawab dalam urusan keuangannya,” timpal dr Agus Hariyanto. [adg/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar