Ekbis

Realisasi PBB di Ponorogo Masih 71 Persen

Foto ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Realisasi penerimaan pajak bumi bangunan (PBB) keseluruhan sampai semester pertama tahun ini di Ponorogo mencapai 71,31 persen. Atau jika dalam bentuk rupiah sekitar Rp 24,2 miliar. Padahal saat akhir bulan Agustus nanti, PBB ditargetkan bisa mencapai Rp 29,7 miliar.

”Kami ditarget Rp 34 miliar pendapatan asli daerah (PAD) dari pos PBB ini,” kata Kabid Pajak Daerah BPPKAD Toni Khristiawan, Kamis (15/8/2019).

Toni menyebut dari 21 kecamatan di Ponorogo, penyerapan PBB berbeda-beda. Hanya ada enam kecamatan yakni Ngrayun, Sampung, Mlarak, Ngebel, Badegan, dan Pudak yang PBBnya sudah lunas sampai semester pertama ini. Selain karena tingkat kepatuhan masyarakat di kecamatan tersebut cukup tinggi, juga dipengaruhi oleh perbedaan target PBB yang dibebankan.

”Kecamatan Ngrayun target yang dibebankan tak lebih besar dari kecamatan kota. Meskipun jumlah wajib pajaknya mencapai sekitar 45 ribu orang,” katanya.

Sementara di kecamatan kota, kata Toni jumlah objek pajak dicatat sekitar 31 ribu. Meski wajib pajak lebih sedikit, pengalaman tahun lalu serapan PBB dari kecamatan kota tak tembus seratus persen, hanya sekitar 80-90 persen saja.Temuan di lapangan itu terjadi lantaran banyak wajib pajak yang punya aset di kecamatan kota, namun tidak ditinggali. Beberapa objek pajak itu meliputi hunian di perumahan, atau kos-kosan.

”Petugas sulit mengakses wajib paja,ini akan kami evaluasi. Kedepan petugas akan jemput bola, harus proaktif mengingatkan dan menagih,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar