Ekbis

Ratusan Warga Tekuni Usaha Pembuatan Jamu Tradisional

Kediri (beritajatim.com) – Berkunjung ke Kabupaten Kediri, jangan lupa mampir di desa yang satu ini. Ya, Desa Ringinsari, Kecamatan Kandat ini merupakan satu dari ratusan desa tematik yang ada di Kabupaten Kediri. Banyak warganya sebagai pembuat, sekaligus penjual jamu tradisional.

Tidak diketahui pasti kapan status Desa Jamu tersangdang. Namun di Desa Ringinsari ini diketahui warganya sebagai pembuat jamu hebat yang telah bertahun tahun lamanya. Seperti misalnya, Purwati, generasi kedua pembuat jamu tradisional yang mewarisi keahlian dari ibunya.

“Dulu awalnya ibu saya. Kemudian beliau sudah sepuh. Lalu saya menggantikan,” kata Purwati saat meracik bahan jamu di rumahnya. Kakak Purwati juga berprofesi sama. Ilmunya diturunkan oleh ibunya.

Jamu tradisional Desa Ringinsari dikenal dengan rasanya yang segar dan berkualitas. bahan pilihan alami serta pembuatannya yang tradisional, plus jaminan tanpa bahan pengawet, membuat kualitas jamu Desa Ringinsari tak diragukan lagi.

Purwati mengaku, dalam sehari tidak kurang dari 30-40 botol bekas air mineral ukuran 1.500 mililiter habis terjual. Untuk satu botol dibandrol dengan harga Rp 7 ribu. Adapun jenis jamu tradisional yang dijual antara lain, beras kencur, kunyit asam, kunci suruh, cabai puyang, gula asam, macan kerah, paitan dan gepyokan. Masing-masing memiliki khasiat yang berbeda.

Para penjual jamu di Desa Ringinsari membeli bahan rempah untuk jamu dari dua kios di desa setempat. Sementara pemilik kios mendapatkan bahan jamu dari wilayah Kabupaten Tulungagung.

Purwati mengaku, harga rempah-rempah untuk jamu relative stabil, kecuali jenis kencur. Padahal beras kencur merupakan jamu tradisional diburu. Jamu beras kencur dipercaya memiliki khasiat penambah nafsu makan dengan rasa segar dan manis.

“Harga kencur paling mahal diantaranya rempah-rempah lain. Sekarang harganya Rp 40 ribu per kilogram. Padahal bahan lain hanya berkisar Rp 7 ribu per kilogram. Harga beras kencur penah naik hingga Rp 80 ribu per kg,” imbuh Purwati.

Usaha pembuatan jamu tradisional di desa ringinsari ini digeluti kurang lebih 200 orang warga, yang telah bertahan setengah abad lamanya. Awalnya, para penjual jamu di Desa Ringinsari ini memasarkan jamunya dengan cara gendong, kemudian beralih naik sepeda.

“Jumlahnya kita data ada 200 an. Semuanya ibu ibu, dan sudah generasi kedua,” kata Zaenal Arifin, pendamping PKH desa. Meskipun jumlahnya banyak, tetapi mereka telah memiliki pelanggan sendiri-sendiri.

Pemerintah desa ringinsari mencanangkan kampung tematik dengan ciri khas jamu tradisional, untuk mengangkat potensi masyarkatnya. Selain meningkatkan ekonomi, rencana pelabelan tersebut juga sebagai alternatif wisata di Kabupaten Kediri.

Para perajin berharap, mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui permudahan izin usaha, bantuan peralatan produksi dan penyediaan bahan rempah dengan harga murah. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar