Ekbis

Putra La Nyalla Mattalitti Maju Bursa Ketua Kadin Surabaya

Surabaya (beritajatim) – Dua ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya mendukung penuh pencalonan Ali Affandi, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim maju dibursa pemilihan ketua umum Kadin Surabaya.

Deklarasi pencalonan Ali Affandi yang juga putra pertama Ketua Kadin Jatim, La Nyalla Mattalitti ini dihadiri sejumlah mantan ketua Kadin Surabaya seperti Rudiansyah serta Ketua Kadin Kota Surabaya, Jamhadi serta sejumlah pengurus Kadin Jatim dan pengurus HIPMI Jatim maupun Surabaya.

Menurut Jamhadi maupun Rudiansyah, sosok Ali Affandi sangat tepat memimpin Kadin Surabaya kedepan, sebab Ali adalah pengusaha muda yang memiliki ide segar dan semangat organisasi yang tinggi. Kepribadian Ali yang ramah serta mau mendengarkan setiap keluh kesah orang disekitarnya menjadikan Andi, panggilan akrab Ali Affandi, menjadi sosok anak muda yang mampu membawa Kadin Surabaya lebih maju lagi.

“Sekarang era digital, begitu juga dunia bisnis semua mengarah kesana. Jadi untuk menjawab tantangan itu, sudah saatnya Kadin Surabaya dipimpin orang muda seperti Andi,” beber Rudiansyah.

Sementara Andi sendiri, mengaku perekonomian Surabaya bergerak dengan baik. Pertumbuhan ekonomi Surabaya selalu di atas rata-rata Jawa Timur dan nasional. Misalnya, pada 2018, ekonomi Surabaya tumbuh 6,19 persen, sedangkan Jatim 5,5 persen dan nasional 5,17 persen.

Meski sudah relatif baik, imbuh Andi, Surabaya tetap menghadapi tantangan yang tak ringan. Misalnya, peningkatan angkatan kerja yang belum diimbangi lapangan kerja baru, sehingga menimbulkan pengangguran. Angkatan kerja di Surabaya naik dari 1,49 juta pada 2017 menjadi 2,26 juta pada 2018.

”Selain faktor demografi, kenaikan angkatan kerja salah satunya didorong muhibah pekerja luar kota. Tingkat pengangguran terbuka merambat naik, dan itu harus diantisipasi dengan menginklusifkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Sejumlah potensi yang bisa dimaksimalkan antara lain pariwisata dan sektor MICE yang terbukti cepat menggerakkan perekonomian.

”Pariwisata dan MICE dikenal sebagai sektor inklusif, termasuk untuk turunannya seperti UMKM souvenir, makanan, dan sejenisnya. Itu perlu menjadi perhatian, apalagi Surabaya adalah pintu gerbang utama wisatawan mancanegara di Jatim,” paparnya.

Untuk pencalonan sebagai ketua Kadin Surabaya, Andi mengusung lima kunci, yaitu changemakers, MICE, tourism, trading, dan economic hub.

”MICE, tourism, trading, dan economic hub adalah pilar ekonomi Surabaya yang digerakkan mulai UMKM sampai industri besar. Nah itu semua harus dikerangkai dengan inovasi, kita menjadi changemakers untuk terus maju, tidak berpuas diri dari kemajuan yang sudah diraih saat ini,” jelas Andi.

Andi juga mengusung 9 misi, antara lain, kemitraan strategis dengan pemerintah untuk memajukan dunia usaha, peningkatan investasi dan ekspor serta pemajuan teknologi dunia usaha, pengembangan SDM melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan, serta memfasilitasi generasi muda untuk melahirkan startup unggulan dan sektor ekonomi kreatif dengan inovasi dan teknologi terkini.

”Kami juga menjalakan misi untuk menyiapkan sumber pendanaan murah bagi pelaku usaha skala kecil, mendorong terwujudnya Surabaya sebagai destinasi wisata dan MICE internasional, dan yang tidak kalah penting adalah mengawal terwujudnya dunia usaha yang ramah lingkungan,” tandas Andi.[rea/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar